Menag Maroko Puji Indonesia layak Menjadi Teladan Dunia Islam

Kunjungan utusan khusus

Menag Maroko Puji Indonesia layak Menjadi Teladan Dunia Islam
Dialog dan Kerja Sama Antaragama/ist

KabarJakarta.com--Maroko bangga dengan kenyataan bahwa Indonesia merupakan negara terbesar di dunia Islam. Bukan hanya dalam hal jumlah, melainkan juga dari kualitas sebagai sebuah bangsa.
 
Demikian disampaikan oleh Menteri Agama dan Urusan Waqaf Kerajaan Maroko, Ahmed Toufiq, dalam menyambut Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia Untuk Dialog dan Kerja Sama Antaragama dan Peradaban, Syafiq Mughni, di Rabat-Maroko. Rabu (24/4), kemarin.

Toufiq mengatakan bahwa masyarakat Islam di Maroko dan Afrika melihat Indonesia sebagai saudara dari Asia. "Jadi, bukan hanya Arab tetapi juga Indonesia. Mengapa? Karena kami melihat dengan jelas bahwa Indonesia bisa menjadi teladan bagi dunia Islam. Terutama, bagaima budaya lokal bisa sejalan dengan syariat Islam," katanya.

"Saat ini seperti juga terjadi di Maroko, di Indonesia ada kelompok-kelompok yang atas nama penerapan syariat Islam yang sesungguhnya ingin menghancurkan kearifan lokal. Tapi Indonesia bisa mengatasi itu. Sangat bagus untuk dicontoh bagaimana Indonesia bisa mempertahankan budaya dan menjalankan syariat secara harmonis," ungkap Toufiq.

Syafiq Mughni menuturkan, hal ini karena pada dasarnya Islam merupakan agama universal. Penerapan Islam bisa dilaksanakan dalam segala situasi. Sehingga untuk menjalankan syariat Islam, tidak perlu mengubah semua budaya lokal.

"Hal yang mustahil menjalankan syariat Islam tanpa budaya. Karena memang Islam itu universal," kata Syafiq.

Dalam kesempatan itu, Toufiq juga menyampaikan bahwa dalam masa mendatang pemerintah Indonesia mungkin saja mengirimkan imam masjid untuk belajar di Maroko. 

Sebagaimana diketahui, Maroko memiliki Institute of Imams Muhammad VI, lembaga pendidikan tinggi sebagai kawah candradimuka bagi calon imam di Maroko. Saat ini, mahasiswa yang mengenyam pendidikan di sana bukan hanya dari Maroko melainkan juga dari 24 negara lainnya. "Mungkin kami bisa memberi beasiswa bagi calon Imam dari Indonesia," ujarnya.

Syafiq mengatakan, pemerintah akan segera menempuh jalur diplomatik untuk menjemput kesempatan tersebut. "Tentu kami sangat berterima kasih jika kerajaan Maroko mau memberikan beasiswa kepada imam Indonesia. Pemerintah Indonesia memang berharap imam dan ustadz bisa memiliki kesempatan untuk meningkatkan ilmu dan pengetahuannya."

Menurut Syafiq, di tengah situasi saat ini imam dan ustadz dituntut tidak hanya paham ilmu agama, tetapi penting juga memiliki pengetahuan yang luas. Sebagai tokoh agama yang hidup di masyarakat, sudah seharusnya imam dan ustadz menjaga umat agar senantiasa rukun dan memiliki toleransi.

Selain mengunjungi Menteri Agama dan Urusan Waqaf, dalam lawatannya di Maroko Syafiq juga memberikan kuliah umum di Universitas Muhammad V dan Institute of Imams Muhammad VI.

Penulis : Agi Aksara

Editor : Redaksi