KemenBUMN Tunjuk Muhammad Ali Sebagai PLT Dirut PLN

Suap PLTU Riau-1

 KemenBUMN Tunjuk Muhammad Ali Sebagai PLT Dirut PLN
PLN/ilustrasi

KabarJakarta.com--Kementerian BUMN menempatkan Direktur Human Capital Management PLN, Muhammad Ali sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirut PLN. 

Langkah tersebut setelah Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap proyek PLTU Riau 1.

"Sesuai anggaran dasar, RUPS mempunyai waktu 30 hari untuk melakukan proses pergantiannya (dengan dirut definitif) dan untuk sementara mengangkat Plt Pak Muhammad Ali," kata Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro di Jakarta, Kamis (25/4).

Di kesempatan lain, PLN menegaskan akal menghormati proses hukum yang berjalan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

"Selanjutnya kami menyerahkan seluruh proses hukum kepada KPK yang akan bertindak secara profesional dan proporsional," kata SVP Hukum Korporat PLN, Dedeng Hidayat dalam keterangannya di Jakarta.

Pihaknya serta segenap manajemen seluruh pegawai PLN turut prihatin atas dugaan kasus hukum yang menimpa Pimpinannya. 

"Kami meyakini bahwa Pimpinan kami beserta jajaran akan bersikap kooperatif manakala dibutuhkan dalam rangka penyelesaian dugaan kasus hukum yang terjadi," ujar dia. 

Dengan adanya kasus ini, PLN menjamin bahwa pelayanan terhadap masyarakat akan berjalan sebagaimana mestinya. 

Seperti diketahui, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan penyidik menaikkan status tersangka kepada Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir menjadi tersangka.

"KPK meningkatkan status penanganan perkara dari penyelidikan ke penyidikan dengan menetapkan 1 orang dengan tersangka SFB (Sofyan Basir) Direktur Utama PLN," kata Saut.

Penulis : Agi Aksara

Editor : Redaksi