Kabar JakartaNews With Data

Mantan Jurnalis yang Jadi Abdi Negara

KABAR TOKOH

  • Rubrik : Peristiwa
  • Penulis : Hendra N. Arthur
  • Terbit : Terbit 19/1/18
Mantan Jurnalis yang Jadi Abdi Negara
Ilustrasi

KabarMakassar.com --- Nama Andi Taufik Nadsir atau biasa yang akrab disapa opi. Cukup dikenal di kalangan jurnalis di Makassar di era tahun 2003 hingga 2009 lalu. Pria berambut lurus ini aktif menjabat sebagai Kasubag Humas DPRD Kota Makassar. Mantan jurnalis ini menceritakan kisah singkatnya yang bertahun-tahun menekuni dunia jurnalistik. Hingga akhirnya memilih mengabdi menjadi Aparatur Sipil Negara atau ASN di Kantor DPRD Kota Makassar. Taufiq menceritakan awal mulanya tertarik menekuni dunia jurnalis karena memang mempunyai bakat menulis yang didapat dari sang ayahnya Sirajuddin Amri yang juga merupakan seorang jurnalis. Pada saat duduk dibangku kuliah Taufik juga sempat belajar menjadi jurnalis dari wartawan senior. "Saya belajar menulis dari orang tua. kebetulan orang tua berlatar belakang jurnalis, bapak saya namanya Sirajuddin Amri. Saya belajar menulis disitu, terinspirasi dari beliau (Almarhum), waktu kuliah pernah juga belajar dari wartawan senior namanya Almarhum Ilyas Joseph, pernah belajar disitu, menulis-menulis majalah. Kebetulan beliau terbitkan majalah. Itu pengalaman awal saya," ujarnya Setelah menyelesaikan pendidikan S1 di universitas Muslim Indonesia, Opi kemudian mendaftar menjadi jurnalis di salah satu media lokal yang ada di Makassar. Tahun 2010 ayah dari 3 orang anak ini mencoba mengikuti seleksi CPNS di Kota Makassar, dan ternyata dinyatakan lulus. "Setelah sarjana coba mendaftar di tribun timur tahun 2003 hingga 2009. Jadi saya jadi jurnalis sudah 6 tahun, dan tahun 2010 saya jadi CPNS," lanjutnya Mantan Jurnalis ini juga menceritakan bahwa ketika lulus SMA memang ayahnya menginginkan untuk kuliah di jurusan akuntansi agar supaya kelak menjadi seorang pengusaha, tapi pada saat kuliah Taufik yang tidak mempunyai bakat dibidang akuntan berusaha bagaimana caranya supaya bisa wisuda dan sarjana. "Arahan orang tua, harapan orangtua jadi pengusaha. Kuliah saya saya anggap berat karena jurusan itu lumayan berat karena akuntansi jadi saya optimalkan saja dengan kursus akuntansi yang jelas saya berusaha untuk sarjana. Saya kuliah tahun 95 lulus 2000," tuturnya Isteri dari Andi Ashfiah Amir ini menuturkan jika terdapat perbedaan yang sangat mendasar ketika menjadi seorang jurnalis dan sekarang yang telah menjadi Aparatur Sipil Negara. "Pasti jauh berbeda yah, waktu aktif di jurnalis kadang mengkritik tapi tidak juga karena kadang juga kalo profil kita memuji orang, karena waktu di Tribun itu tidak juga harus kritis terus kita juga dituntut untuk objektif kalo orang benar yah kita harus tulis benar, tidak jauh beda sih bagi saya karena selama saya di birokrat lebih banyak di humas," lanjutnya Pria yang sudah mencapai usia 40 tahun ini mengaku profesi yang dia emban sekarang tidak jauh berbeda dengan dunia jurnalistik. Ketika resmi diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), dirinya disumpah untuk mengabdikan diri kepada negara dan tetap loyal kepada pimpinan. "Kalau kehumasan tidak terlalu jauh beda dengan profesi jurnalistik. kita melakukan pencitraan pimpinan/instansi. Yang jelas waktu kita diambil sumpah sebagai PNS kan disitu jelas bahwa ada fakta integritas harus loyal terhadap pimpinan, disiplin dalam bekerja, turut menjaga rahasisa jabatan dan rahasia negara, karena kan ada disumpah jabatan. Ayah tiga orang anak ini mengaku menjalani profesi birokrat tidak terlalu sulit karena sudah ada aturan-aturan yang harus kita jalani. Tantangan yang dihadapi sebagai Kepala Humas DPRD Kota Makassar, dirinya merasakan beban yang berat saat meluruskan berita-berita yang keliru dan terlanjur sudah di sampaikan ke publik. "Yang paling berat adalah mengakomodir bagaimana menjawab atau meluruskan berita berita yang keliru atau yang kurang terkonfirmsi dengan baik, berita yang sudah terlanjur keluar atau datanya yang kurang lengkap itu yg agak berat kami hadapi," sambungnya Hal lainnya yang menjadi tugas beratnya sebagai Humas DPRD Makassar adalah keluhan dari anggota DPRD yang kurang puas dengan karena apa yang diinginkan oleh anggota DPRD kurang terpublikasi dengan baik kepada masyarakat. "Yang berat yang saya hadapi tapi biasanya di anggota dewannya. Biasanya kurang puas karena apa yg dia inginkan kurang terpublish dengan baik. dari situ kita harus menggelar konferensi pers kembali dan meluruskannya kepada media," tuturnya kepada Jurnalis KabarMakassar.com Mantan wakil ketua KNPI Makassar ini juga berharap kedepan khususnya di tahun 2018 para Aparatur Sipil Negara di lingkup DPRD Kota Makassar khususnya staf sekretariat kehumasan agar dapat menjalankan tugas dan fungsi dengan baik. "Kami harap seluruh staf sekeretariat tahun 2018 ini melakukan tugas dan fungsinya degan baik. Ada peningkatan dari tahun sebelumnya sehingga anggota dewan diberikan pelayanan yang lebih baik lagi. protokoler lebih baik lagi publikasi-publikasi kegiatan lebih meningkat dari tahun kemarin," Dia juga berharap kepada para media agar kedepannya bisa bekerjasama dengan baik dengan Humas DPRD Kota Makassar dan tetap menjaga keharmonisan. "Harapan kepada media kami dihumas berharap mitra media tetap bekerjasama dengan baik menjaga keharmonisan sehingga tercipta kerjasama yang baik untuk penyebarluasan informasi baik kegiaatn-kegiatan dewan maupun sekretariat dewan," tutupnya Profil singkat Nama : Andi Taufiq nadsir TTL : Makassar, 02 April 1977 Isteri : Andi Ashifah Amir Anak : 1. Andi Atikah hafirah 2. Andi Aliyah Indira 3. Andi Aqilah Zahirah Ayah : Andi Sirajuddin Amri Ibu. : Nadrah Usman - SD negeri 1 sinjai (1989)] - SMP Negeri Jongaya (1992) - SMA Negeri 11 Makassar (1995) - S1 Akuntansi UMI (2000) Riwayat Pekerjaan 1. Staf Humas Sekretariat DPRD Makassar (2010-2011) 2. Staf Sekda Pemkot Makassar (2011-2013) 3. Staf bidang pajak hotel, hiburan ABT Dispenda (2013-2015) 4. Kasubag Humas DPRD Kota Makassar (2015-sekarang) Pengalaman Organisasi 1. Sekretaris HMI Komisariat FE UMI (1999-2000) 2. Wakil Sekretaris KNPI Makassar (2011-2014) 3. Wakil Ketua KNPI Kota Makassar (2014-2017) Penulis Enggra Mamonto