Meraih Mimpi Anak-Anak Desa Kebon Cau

Pembangunan sekolah

Meraih Mimpi Anak-Anak Desa Kebon Cau
Kopel membangun sekolah bersama warga/Agi

KabarJakarta.com--Jalannya berliku dan kondisinya masih berupa tanah dan bebatuan. Medannya pun sulit disusuri, dengan kendaraan roda dua maupun roda empat sekali pun. Apalagi, wilayahnya berupa bukit pegunungan sebagian telah hancur karena aktifitas penambangan batu dan pasir.

Di desa Kebon Cau, Rumpin, Kabupaten Bogor sekolah memang menjadi impian bagi warga di sana. Kawasannya, cukup terisolasi dengan kondisi wilayah di pedalaman. Anak-anak harus menempuh jalan sampai puluhan kilometer buat sampai ke sekolah tersedia yaitu SDN Cipinang Induk.

Namun, tak memadamkan semangat anak-anak untuk belajar. Seorang guru honorer Sekolah dasar negeri (SDN) Cipinang Induk membikin kelas jauh guna mengajar bagi anak-anak murid di Kebon Cau.

"Sampai disahkan menjadi kelas jauh. Itu awalnya pakai ruangan cuma diteras rumah pak RT, yah cuma 3x4 meter ruangannya itu juga biasanya dipakai buat 3 shit, dari kelas 1 sampai kelas enam sekolah dasar, dengan jumlah 125 anak," kata Direktur Komite Pemantau Legislatif (KOPEL) Jawa Barat, Anwar Razak kepada KabarJakarta.com saat di lokasi. Bogor, Minggu (26/4).  

Pada pertengahan 2017, Kopel pun berinisiatif buat membangun sekolah yang laik bagi warga. Langkah tersebut banyak mengalami hambatan yang tak sedikit. Dari letak geografi yang sulit hingga penolakan warga diawal sosialisasi rencana.

"Yah dari sekolah pakai terpal, sampai sekolah di teras kita banyak temukan di rumpin. Apalagi, berat buat kita pada awal-awal, sebelum tahu rencana kita buat membantu dirikan sekolah yang aman dan nyaman," ujar lelaki kelahiran Makkasar itu.

Menurut Anwar, temuannya bersama Kopel pernah dilaporkan kepada anggota dewan. Namun, banyak yang tak percaya dengan kondisi wilayahnya sendiri, mereka menuding hoax. Buat meyakinkan pada pertemuan rutinan, pihaknya mengajak langsung bertemu warga ke lokasi yang ada.

"Terus mereka kita undang ke pertemuan dengan warga disana. Turunlah orang Bappeda, Dinas pendidikan dan Ketua komisi V DPRD kabupaten Bogor," tuturnya.

Sekarang ini, di Desa kopel bersama warga desa sudah membangun empat ruangan, kelas jauh SDN Cipinang Induk. Walau, Anak-anak masih harus belajar melantai tanpa bangku dan meja. Namun, kondisi ini jauh lebih baik dibandingkan tiga tahun  lalu.

"Biasanya buat warga sini lulus SD saja sudah paling bagus. Dengan kondisi sekolahan jauh mereka orang tua lebih memilih anaknya buat kawin muda atau yang laki bekerja serabutan dipabrik tambang di atas sana," kata Anwar.

Kini, Anak-anak tak perlu lagi menyusuri jalan panjang hingga puluhan kilometer buat pergi menimba ilmu. Impiannya menggapai cita mulai cerah kembali,"Aku mau jadi Kiyai," kata salah satu anak saat ditanya.

Tak jauh dari Ibukota, di wilayah Kabupaten Bogor masih ditemukan warganya membutuhkan ruangan kelas belajar aman dan nyaman. Tentu saja, lokasinya berjarak kurang lebih 50 Kilometer dari istana megah Presiden Republik Indonesia di Cianjur. 

Penulis : Agi Aksara

Editor : Redaksi