Hari Ulang Tahun, Tumpeng Kejutan Istimewa Buat Moeldoko

Kepala staf presiden rayakan ulang tahun bersama

Hari Ulang Tahun, Tumpeng Kejutan Istimewa Buat Moeldoko
KSP Moeldoko dihadiahi tumpeng/ist

KabarJakarta.com--Lantai dua gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, siang itu mendadak ramai. Sejumlah staf Kantor Staf Presiden (KSP) berkumpul di depan ruang kerja Moeldoko. Mereka terlihat berdatangan sejak pukul 15.00 WIB. Bukan untuk berdemo, tentu saja. 

Senin (8/7) merupakan hari ulang tahun Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko. Para staf sibuk mempersiapkan kejutan untuknya. Pria yang pernah menjabat Panglima TNI itu sedang dalam perjalanan menuju kantor. 

Begitu ada aba-aba Moeldoko memasuki lift ke lantai dua, suasana sunyi. Saat pintu lift terbuka, semua orang spontan menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun. Pria kelahiran Kediri, 8 Juli 1957 itu terkejut. Langkahnya berhenti. “Opo iki (apa ini) ?” ujarnya dengan senyum di bibir, kaget namun terlihat senang. 

Ia pun akhirnya ikut bertepuk tangan sambil bernyanyi. 

Moeldoko langsung mahfum, ini kejutan yang diberikan staf-nya. Wajahnya sumringah. Tidak menyangka ulang tahunnya kali ini dirayakan oleh staf kantornya. Sambil menyalami satu per satu staf yang hadir, Moeldoko dipandu menuju meja kue yang sudah disiapkan. 

Istrinya, Koesni Harningsih yang sedari siang ikut menunggu dan terlibat merancang acara kejutan itu turut mendampingi. 

“Pak Erick mana? ” tanya Moeldoko sambil memegang potongan pertama kue ulang tahun. Erick Tohir, Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018 yang siang itu berkunjung, langsung mendekat. “Cium…! cium…! cium…!” canda para staf sambil bertepuk tangan.  

Moeldoko hanya tertawa.

Usai memotong kue dan dilanjutkan potong tumpeng, penganan itu dibagikan ke beberapa orang. Dia pun mempersilakan stafnya menikmati hidangan. “Ayo, mainkan,” kata Moeldoko dengan gaya khasnya. Beberapa staf kemudian memberikan kado kepada Moeldoko. 

Usai bersalaman dan berfoto, Moeldoko masuk ke ruang kerjanya menemui beberapa tamu yang sudah menanti. 

Kejutan ulang tahun ini juga diberikan pagi hari saat Moeldoko diminta menjadi penguji ahli di almamaternya, Universitas Indonesia. 

Para penguji dan beberapa orang lainnya memberikan kue ulang tahun kepada Moeldoko sebelum ujian dimulai.

Dia diminta menguji proposal desertasi Farahdina Al Anshori yang berjudul "Membangun Wilayah Perbatasan dalam Perspektif Colaborative Governance Menggunakan Skema Blanded Finance: Studi Kasus Pembangunan Infrastruktur Listrik di Kawasan Perbatasan Indonesia dan Republik Timor Leste.”

"Saya deg-degan, excited, terhormat, campur aduk," kata Farah, mahasiswi S3 angkatan 2016 ini seusai ujian.

 

Penulis : Agi Aksara

Editor : Redaksi