Bertemu dengan Prabowo, Jokowi Dianggap Tidak Pernah Berkonflik Keras

Pertemuan Jokowi dan Prabowo Subianto

 Bertemu dengan Prabowo, Jokowi Dianggap Tidak Pernah Berkonflik Keras
Prabowo Subianto dan Presiden Jokowi menyampaikan keterangan pers seputar pertemuan keduanya, di Stasiun MRT Senayan, Jakarta, Sabtu (13/7) pagi/jay

KabarJakarta.com--Pertemuan Presiden Jokowi dan Prabowo kemarin, dianggap sebagai tanda kenegarawanan dua tokoh bangsa. Selain itu, juga bentuk kesabaran Jokowi dalam berpolitik dan mengelola negara.

Hal itu disampaikan peneliti dari Suropati Syndicate, Andi Zulkarnain di Jakarta, Senin (15/7).

Berdasarkan pengalamannya meneliti fenomena gaya kepemimpinan Jokowi. Zulkarnain menganggap sikap persahabatan Jokowi kepada lawan politiknya sebagai hal yang lumrah. Bahkan sejak masih menjabat Walikota di Solo.

Dia mencontohkan, pasca pilpres ada banyak masukan yang diterima Jokowi dalam merespon sikap politik lawannya. 

Misalnya, mendalami kasus keterlibatan ambulance berlambang Gerindra dalam kasus 21-22 Mei lalu.

"Seandainya itu dilanjutkan dan terbukti, bisa masuk pada gagasan hukuman pembubaran kepada partai yang terlibat makar," jelas alumnus magister Ilmu Politik Unas ini.

Jokowi menurutnya lebih memilih tidak menerima masukan-masukan itu. Sehingga pertemuan dengan Prabowo hari ini tidak lepas dari akhlak tinggi Jokowi. 

Lanjutnya, Jokowi selama ini memilih untuk tidak pernah berkonflik secara keras dengan Prabowo. Makanya, dapat dengan mudah berdamai lawan politikny untuk bersama membangun bangsa. 

"Jokowi sangat paham dalam politik pada akhirnya lawan akan menjadi kawan," tambahnya.

Sebelumnya, Jokowi dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akhirnya bertemu di Jakarta. 

Keduanya sepakat untuk mengajak masyarakat merajut kembali persatuan usai Pilpres.

Penulis : Agi Aksara

Editor : Redaksi