Survei Konsumen: Gojek Ungguli Grab

Persaingan Gojek dan Grab

Survei Konsumen: Gojek Ungguli Grab
CEO Gojek, Nadiem Makarim. (Dok. Gojek)

KabarJakarta.com--Gojek menjadi layanan transportasi online paling dipilih konsumen. Berdasarkan survei Komunitas Konsumen Indonesia (KKI), Gojek unggul dalam empat poin dibanding transportasi online lain yakni keamanan, keselamatan, kenyamanan, dan keterjangkauan.

Hal itu terungkap dari hasil survei KKI mengenai Preferensi Konsumen terhadap Layanan Moda Transportasi Darat Urban di Indonesia. Survei diikuti 625 responden di DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Sumatera Barat, Bali dan Jawa Tengah dari Februari-April 2019.

“Moda transportasi perkotaan semakin baik dibandingkan beberapa tahun lalu. Tidak hanya soal integrasi, transportasi urban juga harus mengutamakan aspek keamanan, kenyamanan bagi penumpang,” kata Ketua KKI, David Tobing, dalam keterangan yang diterima, Rabu (31/7).

Dari hasil survei, 36% responden menggunakan Gojek dan 32% lainnya sebagai konsumen Grab. Sementara itu, 23% responden sebagai pengguna dua transportasi online tersebut.

David menunjukan layanan Go-Ride dari Gojek dinilai responden lebih aman (56%), dapat diandalkan (55%), lebih ramah (53%) serta nyaman dan bersih (53%).

"Sementara Grab Bike, 44% untuk aspek keamanan, 45% pada aspek kehandalan layanan, 47% keramahan, dan 47% pada aspek kenyamanan dan kebersihan," lanjut dia.

Di satu sisi, survei mencatat preferensi konsumen untuk memilih layanan Grab lebih tinggi pada aspek keterjangkauan tarif (lebih murah), yakni mencapai 53%, dibandingkan Gojek dengan angka 47%.

Dari risiko keamanan dan keselamatan yang dialami konsumen, meliputi kejadian kecelakaan, kekerasan, pelecehan serta kehilangan. Survei KKI menunjukan jika risiko itu lebih banyak dialami Grab daripada Gojek.

"KKI mencatat dalam surveinya bahwa jumlah penumpang yang mengaku pernah mengalami kecelakaan pada layanan Grab-Bike tercatat lebih tinggi, yaitu mencapai 8,8% daripada yang terjadi di layanan Go-Ride (6,6%)," kata David.

Sementara responden yang mengakui pernah mengalami kekerasan layanan Grab-Bike tercatat lebih tinggi mencapai 6,4% daripada yang dialami pada layanan Go-Ride (5,3%).

Penulis : Abdul Karim

Editor : Redaksi

AJI