Siapa Hillary Brigita? Anggota DPR RI Termuda

Siapa Hillary Brigita? Anggota DPR RI Termuda
Hillary Brigitta Lasut (Int).

KabarJakarta.com -- Wajah baru di DPR RI mulai muncul, legislator muda dan cantik, Hillari Brigita Lasut ini bakal menghiasi ruang sidang DPR RI periode 2019-2024 yang bakal dilantik hari ini, Selasa 1 Oktober 2019. 

Legislator asal partai NasDem ini terpilih menjadi anggota DPR RI diusia yang sangat muda 23 tahun. Hillary merupakan perempuan asal Manado lahir pada 22 Mei 1996. Ia pun mampu duduk di kursi DPR RI dengan perolehan Suara 70.345 suara di Sulawesi Utara.

Untuk diketahui Hillary merupakan anak dari Bupati Talaud terpilih Elly Engelbert Lasut. Saat ini, Hillary tengah berada di Amerika untuk mengikuti wisuda magister hukum di Washington University In Santa Louis.

Tidak hanya Hillary saja yang termuda dengan usia 23 tahun, data KPU menyebutkan ada 3 yang usianya sama duduk menjadi anggota dewan di DPR RI selain Hillary diantaranya,  Muhammad Rahul dengan perolehan suara: 58.565, dari Partai Gerindra, maju lewat Daerah pemilihan (Dapil) Riau I. Dan perempuan diusia 23 tahun yang berasal dari Jawa Barat IX adalah Farah Puteri Nahlia, dari Partai Amanat  Nasional (PAN), dengan perolehan suara 113.263.

Hillary tak memungkiri jika ia berkarier di didunia politik karena latar belakang keluarganya juga politikus.

“Kan Pak Presiden pernah bilang, kenapa kita membutuhkan milenial ada di jabatan strategis di pemerintah? Karena yang pertama fleksibel, dinamis, dan cepat bergerak. Itu yang kami bawa, supaya kami juga menjaga idealisme politik,” kata Hillary yang dikutip dari web hillarylasut.com

Kini perempuan dari kota nyiur melambai ini akan dilantik pada pukul 10:00 WIB bersama 575 anggota dewan terpilih yang bakal dihadiri presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Hillary menamatkan pendidikan S1 di Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan. Setelah itu, dia melanjutkan pendidikan masternya ke Washington University jurusan hukum internasional. Mengaku ingin melanjutkan studi doktoral di bidang hukum, Hillary ingin masuk ke Komisi III yang membidangi masalah hukum.

Penulis : Agi Aksara

Editor : Redaksi