Polisi Sita 35 Kapsul Heroin dari Kurir di Jakut

Kapsul Heroin

Polisi Sita 35 Kapsul Heroin dari Kurir di Jakut
Kapsul / Ist

KabarJakarta.com--Polisi menyita 35 kapsul heroin. Barang haram seberat 366 gram itu diamankan polisi saat membekuk seorang kurir berinisial LN di Jakarta Utara.

Demikian diungkapkan Kasubdit 1 Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Ahmad Fanani dalam keterangannya, Jumat (11/10). Menurut Fanani, heroin berbentuk kapsul itu kerap diselundupkan oleh kurir ke dalam tubuhnya.

"Menariknya kemasan yang digunakan berbentuk kapsul yang berisi heroin padat. Umumnya metode ini digunakan dalam modus menyelundupkan narkoba dengan cara dimasukkan ke dalam tubuh melalui anus," ungkap Fanani.

Dikatakan Fanani, penangkapan kurir heroin itu berangkat dari masyarakat terkait adanya peredaran narkotika di parkiran Swalayan HH Duta Harapan Indah Penjaringan, Jakarta Utara. LN sendiri ditangkap saat sedang mengambil heroin di lokasi tersebut pada Rabu (9/10).

"Di parkiran Swalayan HH diketahui ada seorang laki-laki sesuai ciri-ciri, terlihat mencurigakan, membawa tas warna hitam kemudian dilakukan penggeledahan dan ditemukan narkoba dalam tas warna hitam," kata AKBP Fanani dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (11/10/2019).

LN mengaku kepada polisi mengambil heroin di tempat penitipan barang di swalayan tersebut. Selanjutnya LN akan menunggu perintah selanjutnya.

Kepada polisi, LN mengaku setiap kali berhasil mengantarkan heroin dibayar puluhan juta. LN mengaku sudah 2 kali menjadi kurir heroin.

"Tersangka LN mengambil barang tersebut dari tempat penitipan barang di swalayan, kemudian barang tersebut dibawa pulang dan menunggu perintah berikutnya. Sudah ke dua kalinya LN menjadi Kurir narkoba, biasanya sekali antar LN diupah Rp 10 juta," ujar Fanani.

Lebih lanjut dikatakan Fanani, masih ada pelaku-pelaku lain yang menjadi kurir heroin dengan cara memasukkan ke dalam anus. Ia memastikan jika pihaknya sedang memburu jaringan peredaran heroin tersebut. 

"Yang menyelundupkan di anus lagi kita kejar. Bosnya juga kita kejar," ungkap Fanani.

Penulis : R. Tranggana

Editor : Redaksi