PDIP Klaim Dapat Jatah Menteri Paling Banyak

menteri Joko Widodo-Ma'ruf Amin

PDIP Klaim Dapat Jatah Menteri Paling Banyak
PDIP / Ist

KabarJakarta.com--Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyebut kuota menteri pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin periode kedua untuk partainya lebih banyak dibandingkan partai politik lain.

Jatah yang diberikan merupakan kementerian penting dan strategis. "Semua kementerian penting dan strategis, tapi yang jelas PDIP paling banyak," ungkap Hasto, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/10).

Namun, Hasto tak menyebut jumlah porsi kementerian yang akan diberikan. Yang jelas, kata Hasto, partainya tak menginginkan menteri yang nantinya duduk di kabinet pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin malah 'kampanye' untuk menjadi capres pada 2024.

Sebab itu, Hasto menyarankan agar Jokowi mengecek dengan seksama rekam jejak, karakter kepemimpinan, integritas, dan kemampuan sosok-sosok yang akan dipilih menjadi menteri di kabinet mendatang. Hasto pun menegaskan semua menteri yang telah dipilih harus setia dalam lima tahun ke depan. "Tak boleh ada menteri setelah dilantik tiba-tiba kibarkan bendera mau jadi presiden 2024," tegas Hasto.

Jokowi memiliki waktu maksimal 14 hari setelah dilantik sebagai Presiden untuk menyusun kabinet. Itu seperti termaktub dalam Undang-undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kementerian.

"Presiden Jokowi yang paling tahu kapan momentumnya. Presiden punya waktu yang cukup tapi kita tahu karakter Pak Jokowi yang mau kerja cepat," ujar Hasto.

Jokowi sebelumnya menyatakan, banyak orang hebat di Indonesia. Sebab itu, Ia mengaku tidak kesulitan mencari orang-orang berkualitas untuk ditempatkan sebagai menteri dalam kabinet periode pemerintahan 2019-2024.

Penulis : R. Tranggana

Editor : Redaksi