KPK Jebloskan Direktur Utama PT INTI ke Bui

suap pengadaan Baggage Handling System

KPK Jebloskan Direktur Utama PT INTI ke Bui
Direktur Utama PT INTI, Darman Mappangara ditahan KPK, Jumat (18/10) / Ist

KabarJakarta.com--Direktur Utama PT INTI, Darman Mappangara ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Rutan Mapolres Jakarta Pusat, Jumat (18/10).

Darman dijebloskan ke bui atau jeruji besi usai diperiksa tim penyidik KPK dalam kapasitasnya sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan pekerjaan Baggage Handling System (BHS).

"Penahanan dilakukan selama 20 hari ke depan," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

Usai diperiksa, Darman menyebut persoalan hukum yang dihadapinya saat ini merupakan bagian dari perjuangannya menghidupkan PT INTI yang mengalami kesulitan ekonomi. Darman pun meyakini kebenaran dari perkara ini bakal terungkap dalam proses persidangan nanti.

Karena itu, Darman berjanji akan koperatif menjalani proses hukum kasus ini. "Dalam usaha saya berjuang untuk menghidupkan PT INTI, ini harus saya lewati. Semoga Allah beri kekuatan dan kebenaran akan terungkap di persidangan," ucap Darman.

Sementara itu, pengacara Darman, Saiful Huda mengatakan, uang yang diberikan kliennya kepada Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II, Andra Y. Agussalam seperti yang disangkakan KPK tidak terkait dengan proyek.

Dikatakan Saiful, uang tersebut merupakan utang piutang antara Andra dan Darman. Menurut Saiful, perlu dilakukan utang piutang itu lantaran kondisi keuangan PT INTI sedang terpuruk. PT INTI bahkan sudah tidak mampu membayar gaji pegawai. Hal tersebut, kata Saiful, telah disampaikan Darman kepada penyidik KPK yang memeriksanya hari ini. Saiful juga memastikan kliennya koperatif menjalani proses hukum perkara ini.

"Sangat koperatif. Beliau sangat meyakini apa yang dilakukannya untuk memperjuangkan PT INTI. Itu pinjaman pribadi antara Direktur Keuangan dan pak Darman. Masyarakat umum mungkin sudah tahu kondisi keuangan PT INTI itu sangat sulit," ujar Saiful.

Diketahui, Darman Mappangara dijerat oleh KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek BHS di PT Angkasa Pura Propertindo, anak usaha PT Angkasa Pura II (PT AP II).

Darman diduga bersama-sama staf PT INTI Taswin Nur menyuap Direktur Keuangan PT AP II Andra Y. Agussalam untuk 'mengawal' agar PT. INTI mengerjakan proyek BHS. Penetapan tersangka Darman ini merupakan pengembangan dari kasus yang sama yang telah menjerat Taswin dan Andra.

Penulis : R. Tranggana

Editor : Redaksi