Hakim Vonis Bebas Eks Bos PLN Sofyan Basir

Dugaan korupsi

Hakim Vonis Bebas Eks Bos PLN Sofyan Basir
Tahanan KPK/ilustrasi

KabarJakarta.com--Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan vonis bebas terhadap mantan Direktur Utama (Dirut) PT PLN Sofyan Basir. Sofyan merupakan terdakwa kasus dugaan pembantuan transaksi suap terkait proyek pembangunan PLTU Riau-1.

Majelis hakim menyatakan Sofyan tidak terbukti melanggar Pasal 12 huruf a juncto Pasal 15 Undang-Undang (UU) Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 56 Ke-2 KUHP dan Pasal 11 juncto Pasal 15 UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 56 ke-2 KUHP. 

"Mengadili menyatakan terdakwa Sofyan Basir tidak terbukti secara sah dan meyakinkan sebagaimana dakwaan pertama dan kedua," ucap Ketua Majelis Hakim Hariono membacakan amar putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (4/11).

Majelis hakim menyatakan, Sofyan tidak terbukti memfasilitasi pemberian suap dari pengusaha Johanes B. Kotjo kepada mantan anggota DPR RI Eni Maulani Saragih dan mantan Menteri Sosial Idrus Marham.
Menurut Majelis Hakim, Sofyan tidak terlibat dalam kasus dugaan suap berkaitan dengan proses kesepakatan proyek Independent Power Producer Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (IPP PLTU MT) Riau-1 antara PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PJBI) dan Blackgold Natural Resources (BNR) Ltd dan China Huadian Engineering Company Limited (CHEC) Ltd. 

Sofyan disebut tidak berperan membantu Eni dalam menerima suap. Sofyan juga disebut tidak mengetahui pemberian suap Kotjo kepada Eni.

Sofyan sebelumnya dituntut oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan hukuman 5 tahun penjara. Sofyan juga dituntut dengan hukuman denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan.

Terpisah, Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan, pihaknya akan mendiskusikan terlebih dahulu vonis Sofyan Basir, sebelum memutuskan apakah akan melakukan banding atau tidak. Laode memastikan bahwa lembaga antirasuah bakal semaksimal mungkin membuktikan perbuatan Sofyan.

"Ya kan permohonan banding itu perlu waktu. Punya waktu antara sehari, dua hari, tiga hari. Biasanya jaksa-jaksanya datang ke kantor dulu untuk itu pasti mereka ambil sikap pikir-pikir. Kita ingin pelajari lebih detail lagi untuk menentukan sikap selanjutnya .Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa membuktikan itu," ucap Laode saat dikonfirmasi.

Sofyan langsung berdoa dengan menengadahkan tangan di kursi terdakwa sesaat vonis dibacakan. Setelah sidang ditutup, Sofyan langsung memeluk tim pengacara dan kerabat.

"Saya bersyukur Allah kasih gg terbaik hari ini bebas. Bebas di luar dan bisa membuat yang terbaik untuk masyarakat. Saya bersyukur pada Allah dan pemerintah yang membantu proses ini selesai," ucap Sofyan usai persidangan.

Penulis : R. Tranggana

Editor : Redaksi