Founder Flip English ungkap Rahasia Pendidikan di Pare Kediri

Founder Flip English ungkap Rahasia Pendidikan di Pare Kediri
Sebagai lulusan Master Education University of Bristol, Inggris, ia merasakan betul atmosfer akademik di Inggris. Sehingga ia berusaha agar SDM Indonesia bisa unggul dalam hal Bahasa.

KabarJakarta.com - Setiap pelajar yang ingin melanjutkan Pendidikan ke luar negeri atau kampus terbaik di Indonesia berupaya mengasah kemampuan bahasa Inggris.

Penguasaan bahasa Inggris sudah jadii kewajiban sebab era globalisasi sudah terjadi saat ini. Perdagangan bebas yang terjadi saat ini memungkinkan pencari kerja dari negara lain masuk ke Indonesia.

Olehnya itu, pemuda Indonesia harus siap bersaing dengan tenaga kerja asing. Catatan Kementrian Ketenagakerjaan, terdapat 95.335 pekerja asing yang bekerja di Indonesia tahun 2018.

Alasan utamanya karena Indonesia kekurangan tenaga kerja terampil dan mumpuni. Untuk perusahaan multinasional, kecakapan bahasa inggris sangat diperlukan sebagai alat komunikasi dan negosiasi dengan perusahaan asing.

Biasanya perusahaan juga mensyaratkan hasil toefl dan ielst yang sesuai standar internasional. Begitu juga dengan pelajar yang mengejar beasiswa ke luar negeri.

“Rata-rata persyarakat bahasa inggris mengikuti standar internasional, baik toelf atau ielts,” ungkap Akbar.

Tuntutan perubahan tersebut membuat Akbar Mappiare, Founder Flip English Pare bersama rekan-rekannya berusaha menjawab agar SDM unggul Indonesia bisa bersaing di dunia internasional. Baik para pencari kerja ataupun untuk masuk ke kampus terbaik di dunia.

Sebagai lulusan Master Education University of Bristol, Inggris, ia merasakan betul atmosfer akademik di Inggris. Sehingga ia berusaha agar SDM Indonesia bisa unggul dalam hal Bahasa, itulah mengapa ia dirikan kursus di kampung Inggris, Kediri, Jawa Timur.

Meski usianya baru, kursusan yang ia bangun jadi favorit millenial dan sudah membantu banyak pelajar yang datang ke Pare, Kediri. Termasuk pelajar-pelajar dari Sulawesi.

Lulusan S1 UNM Sulsel itu mengatakan saat ini Lembaga Flip English yang ia dirikan telah membantu ratusan siswa. Rata-rata mereka yang ingin focus mengambil program grammar, speaking dan spesialisasi toefl - ielts. Untuk spesialisasi IELTS dan TOEFL ia dibantu Awardee beasiswa Fulbright Amerika Serikat.

Akbar menuturkan setiap masa liburan, Flip diserbu peminat dari berbagai daerah. Kesempatan itu membuat mereka berbenah dan membuka kesempatan untuk calon pelajar agar dapat mengisi waktu liburan dengan belajar yang baik tapi menyenangkan.  

Program liburan kampung inggris yang ditawarkan oleh flip sangat dinamis. Bahkan seringkali ia berikan diskon higga lima puluh persen bagi peserta yang memiliki alasan kuat untuk pelajar. “Inilah value yang kami berikan agar pelajar Indonesia bisa merasakan belajar di kampung Inggris dengan baik, kan sayang kalau jauh-jauh meniggalkan keluarga tapi tidak focus belajar,” pungkasnya.

Peminat Semakin Tinggi

Sebagai penerima beasiswa LPDP, Akbar memaparkan saat ini kampung Inggris merupakan rujukan bagi para pencari kerja yang minat bekerja di luar negeri dan pemburu beasiswa. Oleh karena itu, Flip English menyiapkan beberapa program yang bisa membantu pelajar yang masuk ke Pare.

Kebutuhan dasar bekerja utamanya program speaking dan grammar. Ini modal dasar yang harus dikuasai para pelajar nantinya.

Selain itu bagi pelajar yang mengejar beasiswa secara khusus dididik dengan metode pembelajaran yang intensive-semi private dan flexible, model ini membuat siswa tidak hanya memahami dengan baik namun juga merasa tidak jenuh saat kegiatan belajar yang padat.

“Peserta yang memiliki alasan kuat untuk belajar Bahasa inggris dan berasal dari keluarga kurang mampu kami sediakan penginapan, modul/buku dan sertifikat secara gratis,” tutur Alumni Inggris itu.

Salah satu siswa, Fadhly, pelajar yang sementara menyiapkan diri bekerja di Singapura.  Ia menuturkan awalnya ragu bisa mengikuti program Working Holiday Visa (WHV) karena membutuhkan sertifikat IELTS. Namun setelah berdiskusi dengan teman yg pernah belajar di Kampung Inggris, dia merekomendasikan untuk bergabung di Flip English Pare.

“Saya ragu apa bisa mengikuti materi, namun ternyata tutor asyik dan metode belajar sangat menyenangkan.Apalagi tutor-tutornya ada yang sebagai awarde LPDP dan Fullbrigh. Mereka selalu memberikan motivasi bagi saya untuk terus berjuang dan selalu membimbing dengan sepenuh hati,” pungkas Fadhly.

Lulus Dari Inggris Mengabdi Di Desa Pare

Akbar Mappiare, Founder Flip English Pare merupakan orang Maros yang mengabdikan dirinya di Pare, Kediri.

Setelah lulus dari Universitas Negeri Makassar ia mendapat beasiswa LPDP ke Inggris.
Sebagai orang Barambang, Maros, ia awalnya ragu bisa bersaing dengan alumni dari Jawa. Tapi tekad yang kuat membuat ia mendapat panggilan dari Bristol University, Inggris. Kesempatan itu ia tidak sia-siakan. Ia berangkat ke Inggris dan mendalami ilmu matematika.

Setelah lulus master, ia kembali ke Indonesia. Sebagai alumni LPDP, mereka harus mengabdikan ilmu yang mereka dapatkan di seluruh Indonesia. Akbar memilih ke Pare, Kediri. Ia mendirikan Flip English sebagai ranah pengabdiannya. “ Bahasa inggris merupakan modal dasar yang wajib dimiliki anak muda Indonesia untuk bisa maju ke pentas internasional,” paparnya.

Saat ditanya mengapa tidak kembali ke Makassar dan jadi dosen. Akbar mengatakan jalan hidup yang ia pilih saat ini  membuatnya lebih tertantang dan bermanfaat bagi generasi muda. “ Tugas kami sebagai alumni LPDP yakni mengabdi dan berikan yang terbaik untuk Indonesia. Nah, saya memilih dirikan Flip English untuk menjawab perubahan zaman,” terangnya.

Saat ini, siswanya selain dari Makassar. Ada juga dari Jawa. Mereka rata-rata pelajar yang akan ikut ujian snptn tahun depan. Ada pula yang ingin melanjutkan studi ke Eropa dan bekerja di Singapura.

"Saya bersyukur merasakan atmosfer akademik di Inggris. Itulah yang jadi big dream saya memajukan SDM Indonesia. “Harapan saya ada 1000 anak muda Indonesia bisa kami didik di Flip Englis Pare dan tembus ke kampus terbaik dunia tahun 2020-2021,” tegasnya.

 

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi