Kabar JakartaNews With Data

Cerah, Gerhana Bulan Total di Makassar Terpantau 100 persen

Fenomena Supermoon

  • Penulis : Baba Duppa
  • Terbit : 01.02.2018 - 00:26
  • Sekitar : 3 pekan lalu
Cerah, Gerhana Bulan Total di Makassar Terpantau 100 persen
Gerhana Bulan Total di Langit kota Makassar Sulawesi Selatan, Rabu 31 Januari 2018. Foto : Imran Arief

KabarMakassar.com--- Sesuai informasi dari BMKG wilayah IV Makassar, untuk wilayah Indonesia Tengah termasuk kota Makassar Sulawesi Selatan Fenomena Gerhana Bulan Total dimulai pada pukul 20.51 Wita dan berakhir pada pukul 22.07 Wita.

Sementara puncaknya terjadi pada 21.29 Wita. Ini artinya ada sekitar 1 jam 16 menit gerhana bulan total berwarna kemerahan terlihat di langit-langit sekitar anjungan pantai Losari Makassar Sulawesi Selatan yang menjadi titik pemantauan gerhana bulan total, Rabu 31 Januari 2018.

Anjungan Pantai Losari Makassar menjadi 1 dari 24 titik pengamatan BMKG di seluruh Indonesia.

Jika ada beberapa daerah dimana pemantauan Gerhana Bulan Total terganggu awan hingga hujan, namun di kota Makassar cuaca cerah sehingga 100 persen Gerhana Bulan Total bisa terlihat.

"Relatif sesuai, meskipun ada selisih satu atau dua menit. Beberapa daerah ada hujan tapi makassar cukup cerah," kata Kepala BMKG Wilayah 4 Makassar Fachri Radjab.

Untuk menyaksikan fenomena seperti ini, berdasarkan perhitungan astronomi akan terjadi lagi pada 2037.

Usai Fenomena Gerhana Bulan Total, BMKG Wilayah IV Makassar berharap agar masyarakat tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi bencana seperti peningkatan pasang air laut. Apalagi terlepas dari dampak Gerhana Bulan Total, Wilayah Sulawesi Selatan khususnya bagian barat saat ini masih memasuki puncak musim hujan.

"Terlepas fenomena ini, Sulsel masih puncak musim hujan khususnya untuk sektor barat, untuk sektor timur seperti Bone, Wajo, Soppeng puncak hujan diprediksi Maret," lanjut Fachri.

Ribuan warga kota Makassar dan sekitarnya menyaksikan Gerhana bulan total di kawasan pantai Losari Makassar Sulawesi Selatan.

Warga terlihat antusias menyaksikan fenomena ini, bahkan selain melihat menggunakan mata telanjang tidak sedikit juga warga yang membawa peralatan seperti teropong. (*)