Kabar JakartaNews With Data

Pilpres 2019, Jokowi Butuh Pendamping Berbasis Islam

  • Penulis : Firman
  • Terbit : 13.03.2018 - 12:29
  • Sekitar : Terbit 13/3/18
Pilpres 2019, Jokowi Butuh Pendamping Berbasis Islam
Foto:Presiden Jokowi [ist]

KabarJakarta.com, Jakarta-- Tahapan persiapan Pemilihan Presiden 2019 mendatang sudah mulai bergulir terutama wacana calon pendamping bakal calon Presiden Incumbent Joko Widodo.

Pengamat Psikologi Politik Universitas Negeri Makassar, Muhammad Rhesa mencoba memetakan sejumlah figur yang bermunculan sebagai pendamping Joko Widodo.

"Dalam kondisi perpolitikan indonesia sekarang, jokowi butuh pendamping yang kuat dalam basis muslim. Pendamping ini dianggap bisa menetralisir isu identitas agama yang sedang mengemuka. Dari basis Agama ada tokoh potensial sebut saja Cak Imin dan atau Gus Romi," ungkap Resha.

Dia menilai Jokowi memiliki banyak pilihan, ada juga representasi Nasionalis yang bisa mendekat, misalnya tokoh dari partai Demokrat. 

Sinyal politik, lanjutnya yang ditunjukkan SBY bahwa Demokrat dan PDIP tidak lagi berada di kutub yang berbeda.

AHY diusung untuk menjadi salah satu pendamping jokowi di 2019 nanti jika membutuhkan sosok yang moderat dan millenials.

"Kecil kemungkinan lahirnya poros baru, sebab Demokrat sebagai salah satu partai besar sampai saat ini belum pasang kuda-kuda untuk memimpin poros ketiga," tambahnya

Representasi Nasionalis berikutnya, kata dia yang bisa saja muncul adalah Anies Basweedan. "Anis Baswedan punya kekuatan secara figur dan sah secara konstitusi namun tidak sehat dalam membangun mental Demokrasi warga. DKI akan mendapat stigma sebagai batu loncatan. Belum lagi, Anies mesti loncat dari Gerindra jika ingin menjadi pendamping Jokowi," ungkap Resha

Berbeda halnya dengan pentolan PKS, Anies Matta. Sosok AM dianggap masih lemah, figurnya belum terlalu populer dengan tokoh yang layak menempati posisi elite di negeri ini.

"Di tahun politik ini, semua tokoh sudah harus selesai di aspek kefiguran, sudah waktunya bertarung," tutupnya.