Kabar JakartaNews With Data

Biaya Makan Napi Melonjak, Lapas Ini Utang Rp1,2 Miliar

Lapas Makassar

  • Rubrik : Nasional
  • Penulis : Hendra N. Arthur
  • Terbit : Terbit 1/1/18

KabarMakassar.Com --- Lembaga Pemasyarakatan Masyarakat atau Lapas yang menjadi salah satu alat bagi negara dalam mengamankan dan mendidik kembali masyarakat yang telah melanggar ketentuan hukum ternyata memiliki beban operasional yang cukup tinggi.

Kepala Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Makassar Marasidin Siregar, mengkonfirmasi adanya kekurangan anggaran makan dan minum Lapas Kelas 1 Makassar sekitar Rp1,2 miliar selama bulan November hingga Desember 2017 lalu.

Hal ini disebabkan karena terbatasnya dana yang dimiliki sehingga dalam mengoptimalkan kinerja, Lapas Kelas 1 Makassar harus meminjam dana atau berhutang dengan pemborong.

"Kalau saya hitung-hitung sampai akhir tahun itu kebutuhan kita Rp7 miliar, cuman kemarin bulan sepuluh kita ada dana tambahan, makanya tinggal yang kita punya utang nanti ini kepada pemborong itu dua bulan, yah november desember," ungkap Kepala Lapas Kelas 1 Makassar.

Marasidin Siregar mengkonfirmasi pembayaran hutang yang dimiliki Lapas Makassar akan dibayar setelah mendapat dana dari pusat di Jakarta yang perkirakan akan masuk sekitar bulan Mei dan Juni 2018.

Terkait alasan kenapa Lapas memiliki hutang, Marasidin menegaskan bahwa hal ini disebabkan keterbatasan dana yang dimiliki pemerintah.

"Dana yang dialokasikan dari pemerintah ke Kemenkumham itu sudah ada "panggungnya", itu yang dibagi rata untuk seluruh indonesia. jadi memang didalam pengusulan, optimis saya usulkan itu Rp1,2 miliar, tapi yang turun itu hanya Rp900 juta atau Rp500 juta sekian, itu pasti sudah ada kekurangan di akhir tahun," tambahnya.

Alokasi wilayah timur terkhusus Kota Makassar merupakan kota dengan alokasi dana yang paling besar, alokasi ini berbanding lurus dengan kapasitas lapas yang berjumlah kurang lebih untuk 1000 orang dan menjadi salah satu lapas terbesar di wilayan Indonesia Timur.

"Iya, untuk wilayah timur yang paling besar disini, karena memang kapasitas kita itu 1000-an, kalau Rumah Tahanan (Rutan) lebih tinggi lagi 1.500-an, kalau wilayah ke timur sampai Irian (Papua) kan paling 500 orang dalam satu lapas," tuturnya.(*)