Revisi UU ITE: Antara Harapan & Kenyataan

REVISI Undang-Undang ITE kini gencar disuarakan sejumlah elemen masyarakat sipil di Indonesia. Salah satunya datang dari Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) Revisi UU ITE menjadi sangat urgent, menyusul maraknya kriminalisasi terhadap pengguna internet di Indonesia, akhir-akhir ini. Bahkan sejak pandemi Covid-19 tekanan bagi kebebasan bereskpresi, justru meningkat lebih banyak dari sebelumnya.

Banyak korban dikriminalisasi akibat diterapkannya Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Sejak berdiri pada 27 Juni 2013, SAFEnet aktif mengadvokasi para korban UU ITE, terutama kelompok kritis yang menggunakan Internet sebagai alat untuk berekspresi dan berpendapat. Selama Tahun 2020, serangan digital tetap paling banyak menyasar kelompok kritis yaitu jurnalis, aktivis (mahasiswa), dan organisasi masyarakat sipil. Jika digabungkan jumlahnya mencapai 66 insiden (44,90%).

Dan Ketika kasus tersebut masuk kepersidangan tingkat penghukuman terhadap kasus kasus ini cukup tinggi yaitu 96,8% dan 88% pasti masuk penjara. Nah sejauh mana revisi ini menjadi begitu penting, dan pasal-pasal apa saja yang akan dianggap mematikan demokrasi Indonesia ikuti Upi Show bersama Damar Juniarto sebagai Direktur Eksekutif SAFEnet.

Jangan lupa saksikan UPI Show edisi "REVISI UU ITE : ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN" Hanya di Channel Youtube UPI Show..

Jangan lupa like, share dan comment yah..

#Safenet#UUITE#RevisiUUITE#Damarjuniarto#upishow#berbagikisah#berbagiInspirasi#berbagiKebaikan#kginetwork

AJI