KabarJakarta.com – Tumpukan sampah rumah tangga yang biasanya berakhir di tempat pembuangan kini mulai dipandang berbeda oleh warga Kompleks Taman Aries Blok A, Kelurahan Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat. Di kawasan ini, sampah dipilah, diolah, hingga memiliki nilai ekonomi.
Upaya tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Jakarta Barat melalui Program PLN Circular Waste Initiative dan Sosialisasi Bank Sampah A-Green yang digelar di Taman Aries Blok A, Kamis.
Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Barat, Depika Romadi, menilai pengelolaan sampah dari lingkungan terkecil merupakan bagian penting untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
“Pengelolaan sampah memang membutuhkan kolaborasi. Pemkot Jakarta Barat sangat mendukung program ini, karena sejalan dengan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam pengelolaan sampah,” ujar Depika di Jakarta, Kamis (27/8).
Menurut dia, persoalan sampah tidak dapat hanya diserahkan kepada pemerintah. Peran warga, terutama dari tingkat rumah tangga, dibutuhkan agar kebiasaan memilah dan mengolah sampah dapat berjalan secara konsisten.
Jika dilakukan bersama-sama, pengelolaan sampah bukan hanya membuat lingkungan menjadi lebih bersih dan hijau. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Hal inilah yang coba dibangun melalui Bank Sampah A-Green. Warga didorong untuk memilah sampah sejak dari rumah. Sampah organik diolah menjadi pupuk dan maggot, sementara sampah plastik dikumpulkan untuk ditabung melalui bank sampah.
General Manager PLN UIK Dwipantara, Rita Triani, mengungkapkan kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN dalam menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus mengurangi emisi karbon.
“Kami mengapresiasi A-Green dan warga Taman Aries yang konsisten untuk memilah sampah, mengolah sampah organik menjadi pupuk dan maggot, hingga menabung sampah plastik,” kata Rita.
Program tersebut juga mendapat dukungan melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN. Bantuan itu dimanfaatkan untuk memperkuat sarana pengelolaan sampah, edukasi, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan bank sampah.
Koordinator A-Green, Andi Tjahja, mengatakan dukungan tersebut diharapkan membuat kegiatan pengelolaan sampah warga semakin terarah dan berkelanjutan.
“Program ini kami harapkan menjadikan Taman Aries Blok A sebagai salah satu percontohan kawasan mandiri sampah di Jakarta Barat,” kata Andi.
Dari Taman Aries, pengelolaan sampah menunjukkan bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari kebijakan besar. Kebiasaan sederhana di rumah, seperti memilah sampah dan mengolahnya kembali, dapat menjadi langkah awal membangun lingkungan yang lebih bersih sekaligus memberi nilai tambah bagi masyarakat.
Jika konsistensi warga terus terjaga dan kolaborasi dengan pemerintah serta dunia usaha berjalan, Taman Aries berpeluang menjadi contoh bahwa kawasan permukiman juga dapat mengambil peran dalam membangun sistem ekonomi sirkular di Jakarta.
