KabarJakarta.com — Sebanyak 50 wirausahawan muda dari berbagai wilayah DKI Jakarta mengikuti malam penganugerahan atau Awarding Night Wirausaha Muda Pemula (WMP) Provinsi DKI Jakarta 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong anak muda agar semakin mandiri melalui dunia usaha.
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta tersebut digelar di salah satu hotel di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (15/9) malam. Acara dibuka Asisten Kesejahteraan Rakyat Provinsi DKI Jakarta Ali Maulana Hakim.
Ali mengatakan, program WMP bukan hanya tentang pemberian penghargaan kepada peserta terpilih. Menurut dia, program tersebut juga menjadi ruang untuk mengapresiasi kreativitas sekaligus membangun keberanian anak muda dalam mengembangkan usaha.
“Tentu saja, tidak mudah memilih 50 orang terbaik. Ajang ini menjadi batu loncatan bagi para peserta, baik yang menang maupun yang belum, agar menjadi wirausahawan muda yang sukses dan mandiri secara ekonomi,” kata Ali.
Ia menilai peran generasi muda semakin penting di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat. Tidak sedikit anak muda yang saat ini berada dalam posisi sebagai sandwich generation, yakni harus memenuhi kebutuhan diri sendiri sekaligus membantu keluarga.
Karena itu, Ali mendorong para peserta untuk menjadikan kondisi tersebut sebagai motivasi untuk terus berkembang. Usaha yang dibangun diharapkan tidak berhenti pada kemampuan bertahan, tetapi dapat tumbuh dan menciptakan lapangan pekerjaan baru.
“Pesan saya, para peserta yang umumnya sudah memiliki usaha dan merek sendiri dapat terus meningkatkan kapasitas dan daya saing, agar bisa naik kelas,” ujarnya.
Ali juga mendorong para alumni WMP membangun jejaring usaha yang kuat. Para wirausahawan muda diharapkan dapat saling mendukung dan bekerja sama sehingga terbentuk ekosistem usaha yang semakin besar.
Menurut dia, pengembangan kewirausahaan pemuda juga berkaitan dengan upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) DKI Jakarta. Kemandirian ekonomi dan kemampuan menciptakan lapangan kerja menjadi bagian penting dari kontribusi anak muda terhadap pembangunan daerah.
Sementara itu, Sekretaris Dispora DKI Jakarta Zuhud Pana Graha menjelaskan, program WMP dilaksanakan berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan.
Program tersebut bertujuan menemukan wirausaha muda yang aktif dan memiliki daya saing, sekaligus meningkatkan keterampilan dan kemampuan inovasi. WMP juga diharapkan membantu mengubah pandangan bahwa kegagalan merupakan sesuatu yang harus ditakuti dalam membangun usaha.
Tahun ini, proses seleksi WMP berlangsung cukup panjang. Tahapannya meliputi seleksi administrasi, seleksi daring, seleksi luring, inkubasi, mentoring, serta pemantauan dan evaluasi.
Dari 365 pendaftar, sebanyak 50 peserta akhirnya ditetapkan sebagai awardee. Mereka mengikuti tahap inkubasi selama tiga hari, 15-17 September 2026.
Setelah inkubasi, peserta akan mengikuti tujuh kali sesi mentoring pada Oktober hingga Desember 2026. Program kemudian dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi secara tatap muka di Kantor Dispora DKI Jakarta.
Untuk mendukung pengembangan usaha para peserta, Dispora juga menyiapkan total hadiah senilai Rp600 juta bagi para pemenang. Narasumber yang terlibat berasal dari sejumlah organisasi perangkat daerah, Bank Jakarta, serta praktisi wirausaha muda.
Zuhud berharap program tersebut dapat terus berlanjut dan melahirkan lebih banyak wirausahawan muda Jakarta yang inovatif, mandiri, serta mampu bersaing di tingkat global.
