Menikmati Jakarta dari Lantai 100, Saat Kuliner Menjadi Bagian dari Perayaan

Chef Akira Back merupakan chef kelahiran Korea yang meniti karier kulinernya di Amerika Serikat dan telah mendapat pengakuan Michelin. Sebelum terjun ke dunia kuliner, ia sempat berkarier sebagai atlet snowboard profesional. Foto: Istimewa untuk kabarjakarta

KabarJakarta.com – Ada cara berbeda untuk menikmati Jakarta: bukan dari jalanan yang sibuk, melainkan dari ketinggian yang membuat gedung-gedung dan lampu kota terlihat seperti bagian dari sebuah lanskap. Pengalaman itu kini ditawarkan sebuah restoran baru di lantai 100 Autograph Tower, Thamrin Nine, Jakarta Pusat.

Berada di salah satu titik tertinggi di Indonesia, restoran ini membawa kembali nama Chef Akira Back to Jakarta dengan konsep yang tidak sekadar menawarkan makanan. Pengalaman bersantap dirancang sebagai bagian dari perayaan, mulai dari ulang tahun, hari jadi, lamaran, pertemuan keluarga, hingga pencapaian dalam pekerjaan.

Filosofi Celebrate Life menjadi dasar konsep yang diusung. Setiap meja tidak hanya diarahkan untuk menjadi tempat menikmati hidangan, tetapi juga ruang untuk menciptakan kenangan bersama orang-orang terdekat.

“Kembali ke Jakarta, di titik tertinggi kota ini, merupakan sebuah kehormatan. Kota ini selalu memiliki tempat istimewa di hati saya. Kini, kami merayakannya dari ketinggian,” ujar Chef Akira Back, Founder, Akira Back dalam keterangannya di Jakarta, Senin (24/8).

Konsep tersebut terasa semakin kuat karena panorama Jakarta menjadi bagian dari suasana restoran. Dari lantai 100, cakrawala ibu kota dapat dinikmati bersamaan dengan sajian yang disiapkan menggunakan teknik kuliner Jepang kontemporer dan sentuhan cita rasa Korea.

Restoran ini memiliki kapasitas 60 tamu. Sebanyak 52 kursi berada di ruang makan utama, sementara satu ruang privat dapat digunakan hingga delapan orang. Jumlah tersebut membuat suasana dirancang lebih intim, terutama bagi pengunjung yang ingin merayakan momen secara lebih personal.

Dari sisi kuliner, karakter Chef Akira Back terlihat melalui perpaduan teknik Jepang, warisan cita rasa Korea, dan pengaruh dari perjalanan kariernya di berbagai negara.

Salah satu menu yang menjadi perhatian adalah AB Tuna Pizza. Hidangan tersebut menggunakan adonan tipis dan renyah yang dipadukan dengan umami aioli, micro shiso, serta white truffle oil. Ada pula 48 Hour Short Rib, yang mengandalkan waktu memasak panjang, teknik, dan presisi untuk menghasilkan karakter daging yang kuat.

Pengalaman makan kemudian ditutup dengan sajian yang tidak kalah unik, Truffle Ice Cream Pizza. Hidangan penutup ini mengambil inspirasi dari salah satu menu ikonik restoran, lalu mengubahnya menjadi interpretasi bercita rasa manis.

Karakter tersebut tidak terlepas dari perjalanan hidup Chef Akira Back. Lahir di Korea, ia membangun karier kuliner di Amerika Serikat dan memperoleh pengakuan Michelin. Sebelum dikenal sebagai chef, ia bahkan pernah menjadi atlet snowboard profesional.

Pada 2008, ia membuka Yellowtail di Bellagio, Las Vegas. Sejak itu, konsep kulinernya berkembang dan hadir di berbagai kota internasional. Pengalaman tersebut turut membentuk gaya masaknya yang mempertemukan teknik Jepang dengan cita rasa Korea serta berbagai pengaruh global.

Kehadiran restoran di lantai 100 juga menjadi bagian dari strategi Adhya Group untuk membangun pengalaman hospitality yang lebih berkelas di Jakarta.

“Akira Back Jakarta mencerminkan keyakinan kami terhadap kota ini, dan tingginya minat masyarakat Indonesia terhadap pengalaman hospitality berkelas dunia,” ujar Irawan Sukma Nugraha, Business Director Akira Back & Chief Strategic Officer Adhya Group.

Menurut dia, kehadiran restoran tersebut bukan sekadar membuka tempat makan baru. Investasi itu diarahkan untuk membangun pengalaman yang dapat bertahan dalam jangka panjang.

“Kami hadir untuk membangun sesuatu yang berkelanjutan, bukan sekadar membuka sebuah restoran,” katanya.

Kembalinya restoran dengan nama Chef Akira Back to Jakarta pun hadir ketika aktivitas makan di luar semakin sering menjadi bagian dari cara masyarakat merayakan kehidupan. Dalam konteks itu, makanan, suasana, pemandangan, dan orang-orang yang hadir di satu meja menjadi satu pengalaman utuh.

Dari lantai 100 Autograph Tower, Jakarta tidak hanya menjadi latar. Kota ini menjadi bagian dari pengalaman itu sendiri—sebuah panorama yang menemani setiap hidangan dan, bagi sebagian pengunjung, mungkin menjadi saksi dari sebuah momen yang ingin dikenang.

Exit mobile version