KabarJakarta.com – Suasana akhir pekan di kawasan Kota Tua Jakarta terasa berbeda. Taman Fatahillah tidak hanya dipenuhi warga dan wisatawan yang menikmati bangunan bersejarah, tetapi juga diramaikan alunan musik dan berbagai hiburan dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua menggelar kegiatan istimewa bertajuk “Merdeka dalam Rasa” selama 2 (dua) hari, Jumat (28/8) dan Sabtu (29/8). Pertunjukan tersebut didesain terbuka untuk masyarakat dan bisa dinikmati secara gratis.
Kepala UPK Kota Tua, Denny Aputra, menjelaskan kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan ruang hiburan sekaligus mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang di kawasan bersejarah tersebut.
Selama pelaksanaan acara, warga dan pengunjung dapat menikmati sejumlah rangkaian kegiatan serta pertunjukan musik tanpa dipungut biaya. Sejumlah penampil yang turut mengisi panggung, di antaranya Noir Band, DUAAN Band, dan Gita Ganthari Khatulistiwa.
“Warga memanfaatkan momentum akhir pekan di kawasan Kota Tua. Menikmati pertunjukan serta menghabiskan waktu bersama keluarga, teman, maupun komunitas,” kata Denny, Sabtu (29/8).
Kehadiran musik membuat Taman Fatahillah menjadi ruang yang lebih hidup. Warga tidak sekadar datang untuk melihat peninggalan sejarah atau berfoto, tetapi juga dapat duduk santai, menikmati pertunjukan, dan menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat.
Bagi UPK Kota Tua, kegiatan tersebut memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar menghadirkan hiburan. Merdeka dalam Rasa menjadi bagian dari upaya menjadikan kawasan Kota Tua sebagai ruang publik yang dapat digunakan masyarakat untuk menikmati seni dan musik.
“Konsep kegiatan yang terbuka dan gratis, memberikan kesempatan bagi berbagai kalangan untuk ikut merasakan semarak perayaan kemerdekaan,” papar Denny.
Taman Fatahillah dipilih sebagai lokasi utama karena merupakan salah satu titik berkumpul warga di kawasan Kota Tua. Ruang terbuka tersebut selama ini menjadi tempat bertemunya warga, wisatawan, komunitas, dan pelaku berbagai kegiatan.
Perpaduan pertunjukan musik dengan latar kawasan bersejarah akan memberikan pengalaman yang sangat berbeda. Musik yang dimainkan di tengah bangunan dan suasana Kota Tua menghadirkan cara lain bagi masyarakat untuk menikmati ruang publik sekaligus mengenal kawasan bersejarah Jakarta.
“Kegiatan ini, sekaligus menunjukkan bahwa Kota Tua tak hanya menjadi destinasi wisata sejarah. Tetapi juga merupakan ruang publik yang aktif untuk berbagai kegiatan seni, budaya, termasuk kreativitas masyarakat,” ucap Denny.
Menurut dia, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghidupkan kawasan. Semakin banyak aktivitas positif yang berlangsung, semakin besar pula peluang Kota Tua menjadi ruang yang tidak hanya dikunjungi, tetapi juga digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Melalui Merdeka dalam Rasa, semangat kemerdekaan pun hadir dalam bentuk yang sederhana: berkumpul, menikmati musik, dan berbagi ruang dengan sesama.
“Kehadiran masyarakat selama kegiatan diharapkan akan menghidupkan kawasan Kota Tua sebagai ruang interaksi yang terbuka, inklusif dan dinamis,” tandas Denny.
