KabarJakarta.com — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta warga meningkatkan kewaspadaan menyusul sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) yang telah mencapai sejumlah wilayah, termasuk Jakarta.
Pramono meminta masyarakat tidak panik, tetapi segera mengambil langkah perlindungan apabila lingkungan tempat tinggal mulai terdampak abu vulkanik. Warga diminta menerapkan lima langkah yang disebut sebagai 5M.
“Bila wilayahnya mulai terdampak abu vulkanik, segera lakukan 5M,” kata Pramono dalam siaran resmi di Jakarta, Minggu (6/9).
Langkah pertama adalah menggunakan masker atau perlindungan diri, khususnya ketika harus berada di luar ruangan. Masker diperlukan untuk mengurangi paparan partikel abu vulkanik yang dapat terhirup.
Warga juga diminta menutup pintu dan jendela rumah serta melindungi sumber air agar tidak tercemar abu. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dibatasi apabila konsentrasi abu mulai pekat.
Langkah berikutnya adalah membersihkan endapan abu dengan cara yang tepat. Pramono meminta warga membasahi abu terlebih dahulu sebelum membersihkannya. Cara ini dilakukan untuk mencegah partikel abu kembali beterbangan dan terhirup.
Sementara itu, warga yang mengalami gangguan pernapasan atau kondisi penglihatan memburuk diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.
Pemprov DKI pantau pergerakan abu
Pramono mengungkapkan Pemprov DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan sejumlah lembaga terkait untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta arah sebaran abu vulkanik.
Koordinasi dilakukan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Geologi Kementerian ESDM, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta instansi lainnya.
“Seperti diketahui, saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada level 3 atau siaga. Saat ini, abu vulkanik Anak Krakatau telah menyebar ke beberapa wilayah di Indonesia, termasuk di antaranya Jakarta,” ujar Pramono.
Menurut dia, pergerakan abu vulkanik tidak selalu sama karena sangat dipengaruhi kondisi angin. Karena itu, pemerintah terus memantau arah angin dan perkembangan aktivitas gunung untuk menentukan langkah penanganan.
Kondisi tersebut membuat masyarakat diminta tidak hanya mengandalkan informasi yang beredar di media sosial. Pramono mengingatkan warga agar memastikan informasi mengenai erupsi Gunung Anak Krakatau berasal dari sumber resmi.
“Dalam kesempatan yang seperti ini, kami meminta warga Jakarta agar memantau informasi dari kanal resmi pemerintah pusat, BMKG, Badan Geologi Kementerian ESDM, BPBD, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dengan baik,” tegasnya.
Jangan Panik, Tetap Waspada
Pramono menekankan kewaspadaan tetap diperlukan meski warga diminta tidak panik. Perlindungan diri dan keluarga menjadi langkah penting selama abu vulkanik berpotensi masuk ke wilayah Jakarta.
Masyarakat juga diminta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gangguan pernapasan atau gangguan penglihatan setelah terpapar abu.
“Tetap waspada. Lindungi diri dan keluarga. Mari bersama-sama jaga Jakarta dengan menjaga diri kita sendiri-sendiri dari abu vulkanik,” ujar Pramono.
Pemprov DKI Jakarta akan terus mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi sebaran abu. Warga diimbau mengikuti arahan pemerintah dan mengambil tindakan pencegahan apabila wilayahnya mulai terdampak.
