News  

Dari Ide Mahasiswa, MRT Jakarta Cari Solusi Mobilitas Kota 500 Tahun ke Depan

PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama Marketeers menyelenggarakan Smart Move Challenge 2026, kompetisi inovasi yang membuka ruang bagi mahasiswa untuk menghadirkan gagasan dan solusi bagi pengembangan mobilitas perkotaan Jakarta. Foto: MRT Jakarta

KabarJakarta.comJakarta terus bergerak. Jumlah penduduk, aktivitas ekonomi, hingga kebutuhan perjalanan masyarakat membuat sistem transportasi perkotaan harus ikut berkembang. Di tengah tantangan itu, PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama Marketeers mengajak mahasiswa ikut memikirkan wajah mobilitas Jakarta di masa depan melalui Smart Move Challenge 2026.

Kompetisi inovasi tersebut mengusung tema Shaping Future Urban Mobility for 500 Years of Jakarta. Program ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk menawarkan gagasan dan solusi terhadap berbagai persoalan transportasi publik, sekaligus menyambut momentum lima abad Kota Jakarta.

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, Rendy Primartantyo, mengungkapkan mahasiswa memiliki kesempatan untuk melihat tantangan pengembangan MRT dari sudut pandang yang berbeda.

“Gagasan yang dihasilkan, diharapkan dapat memberikan perspektif baru terhadap kebutuhan mobilitas warga Jakarta di masa depan,” ujar Rendy, Senin (24/8).

Menurut dia, perkembangan transportasi perkotaan tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur. Kebutuhan masyarakat yang terus berubah juga harus menjadi perhatian. Karena itu, keterlibatan anak muda dinilai penting untuk melahirkan gagasan yang lebih dekat dengan kebutuhan pengguna.

Melalui Smart Move Challenge 2026, peserta dapat mengeksplorasi berbagai persoalan yang berkaitan dengan layanan MRT yang sudah beroperasi maupun pengembangan MRT Jakarta Fase 2.

Rendy menegaskan, kompetisi tersebut tidak semata-mata mencari ide yang terdengar menarik. Peserta juga ditantang memikirkan bagaimana gagasan itu dapat diterapkan secara nyata.

“Tidak hanya mencari ide baru, kompetisi ini juga mendorong para peserta untuk memikirkan bagaimana sebuah solusi dapat diterapkan, memberikan manfaat, dan mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat,” jelasnya.

Ruang inovasi yang ditawarkan cukup luas. Peserta dapat memilih empat kategori, yakni Operasional & Pemeliharaan, Konstruksi, Bisnis, dan Keberlanjutan.

Berbagai topik dapat dikembangkan, mulai dari peningkatan pengalaman pelanggan, kesiapan fasilitas stasiun, pembangunan infrastruktur dan Transit-Oriented Development (TOD), pengembangan bisnis dan ekosistem digital, efisiensi energi, aksesibilitas, hingga konektivitas first and last mile yang rendah emisi.

Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya diminta membayangkan transportasi masa depan, tetapi juga mencari jawaban atas persoalan yang sudah dihadapi pengguna transportasi publik saat ini.

Menariknya, gagasan yang lahir dari kompetisi ini memiliki peluang untuk dikembangkan lebih jauh melalui program CABIN MRT Jakarta. Setiap inovasi akan dievaluasi berdasarkan potensi penerapan, kesesuaian dengan kebutuhan, serta kelayakannya untuk diterapkan di lingkungan operasional MRT Jakarta.

“Gagasan yang dihasilkan diharapkan bisa menjadi masukan dan perspektif baru dalam melihat kebutuhan mobilitas Jakarta ke depan,” kata Rendy.

Kompetisi ini terbuka bagi mahasiswa aktif perguruan tinggi di wilayah Jabodetabek. Peserta dapat membentuk tim beranggotakan tiga hingga lima orang, termasuk dengan mahasiswa dari perguruan tinggi berbeda melalui skema cross-university team.

Pendaftaran dan pengumpulan proposal berlangsung pada 18 Agustus hingga 4 September 2026. Selanjutnya, 15 tim terbaik akan diumumkan pada 16 September dan mengikuti sesi pendampingan untuk memperkuat business case, value proposition, kelayakan solusi, serta kemampuan presentasi.

Tahap semifinal dijadwalkan berlangsung 25 September, sebelum lima tim terbaik bertarung di Grand Final & Awarding pada 29 September 2026 di Gedung Transport Hub MRT.

Hadiah yang disiapkan mencapai Rp17 juta. Juara pertama memperoleh Rp7 juta sekaligus kesempatan internship khusus di MRT Jakarta. Juara kedua mendapat Rp5 juta, juara ketiga Rp3 juta, serta dua Hadiah Harapan masing-masing Rp1 juta. Para pemenang juga berkesempatan memperoleh sertifikasi.

Bagi MRT Jakarta, kompetisi ini bukan sekadar ajang mencari pemenang. Lebih jauh, Smart Move Challenge menjadi upaya membuka ruang kolaborasi antara perusahaan transportasi, dunia pendidikan, dan generasi muda.

“Juga untuk mendukung perjalanan Jakarta menuju kota dengan sistem mobilitas yang semakin maju dan berkelanjutan,” ucap Rendy.

Di tengah Jakarta yang terus berubah, gagasan mahasiswa menjadi bagian penting dari percakapan tentang kota masa depan. Sebab, membangun sistem transportasi untuk Jakarta tidak hanya membutuhkan rel, stasiun, dan kereta, tetapi juga ide baru tentang bagaimana sebuah kota bergerak dan melayani warganya selama ratusan tahun ke depan.

Exit mobile version