KabarJakarta.com – Suasana di Jalan Rasamala II, RT 09/RW 1, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, mendadak berubah mencekam pada Senin (24/8) dini hari. Kebakaran melanda sebuah rumah yang juga digunakan sebagai tempat kos dan usaha fotokopi. Empat orang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut, sementara satu orang lainnya mengalami luka.
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan Asril Rizal menjelaskan informasi mengenai kebakaran diterima petugas sekitar pukul 03.20 WIB.
“Empat orang meninggal dan 1 orang terluka,” kata Asril Rizal di Jakarta, Senin (24/8).
Begitu menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Sebanyak 86 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran yang melanda area sekitar 1.200 meter persegi.
Api kemudian berhasil dikendalikan. Petugas sempat melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang dapat memicu kebakaran kembali. Hingga pukul 05.02 WIB, proses tersebut masih berlangsung dan status penanganan berada pada level kuning.
Seiring proses penanganan, petugas juga melakukan pendataan terhadap para korban. Empat orang yang meninggal terdiri atas wanita berinisial RA (68), pria SH (77), pria RPW (40), serta seorang penghuni kos laki-laki yang identitasnya belum diketahui.
Sementara itu, satu korban luka diketahui berinisial G (25).
Diduga dari ruang mesin fotokopi
Dari keterangan sementara, kebakaran diduga berkaitan dengan fenomena listrik. Api diperkirakan muncul dari bagian bawah ruang mesin fotokopi yang berada di lokasi tersebut.
“Dugaan penyebab sementara kebakaran di rumah kos dan tempat usaha fotokopi karena fenomena listrik,” ujar Asril.
Peristiwa itu diketahui setelah seorang saksi mendengar teriakan yang mengabarkan adanya kebakaran dari bangunan kos di sebelah. Tidak lama kemudian, asap mulai masuk ke kamar kos saksi.
Menyadari kondisi tersebut, penghuni kos berupaya menyelamatkan diri dengan keluar dari bangunan bersama temannya.
“Dugaan api terjadi dari bagian kos sebelah, dari bagian bawah ruang mesin fotokopi,” ucap Asril.
Meski dugaan awal penyebab kebakaran telah diketahui, petugas masih melakukan pendataan lebih lanjut untuk memastikan kronologi kejadian dan menghitung total kerugian akibat peristiwa tersebut.
Setelah seluruh proses pemadaman dan pendinginan selesai, status penanganan kebakaran dinyatakan hijau. Namun, kejadian tersebut menyisakan duka bagi keluarga korban dan warga sekitar yang menyaksikan kebakaran pada saat sebagian besar warga masih terlelap.
Peristiwa di Tebet ini sekaligus menjadi pengingat bahwa gangguan listrik di bangunan yang digunakan untuk hunian sekaligus kegiatan usaha dapat menimbulkan risiko kebakaran. Pemeriksaan instalasi listrik dan penggunaan peralatan elektronik secara aman menjadi bagian penting untuk mencegah kejadian serupa.
