Dishub DKI Siagakan 120 Petugas Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas di Sekitar DPR

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Budi Awaluddin. Foto: ANTARA

KabarJakarta.com — Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta menyiagakan 120 petugas untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas selama aksi penyampaian pendapat di Gedung DPR/MPR RI dan sekitarnya, Kamis (27/8).

Ratusan petugas tersebut akan ditempatkan dalam dua pembagian waktu. Langkah ini dilakukan untuk membantu menjaga kelancaran arus lalu lintas di tengah potensi meningkatnya aktivitas masyarakat di kawasan sekitar gedung parlemen.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Budi Awaluddin menjelaskan, sebanyak 60 petugas akan bertugas pada shift pertama mulai pukul 07.00 hingga 13.00 WIB. Sementara 60 petugas lainnya bertugas pada shift kedua, yakni pukul 13.00 hingga 19.00 WIB.

“Sebanyak 60 petugas disiagakan pada shift pertama, pukul 07.00–13.00 WIB. Dan 60 petugas pada shift kedua, pukul 13.00–19.00 WIB,” kata Budi di Jakarta, Rabu (26/8).

Budi mengimbau masyarakat yang akan melintas di sekitar kawasan Gedung DPR/MPR RI agar memperhatikan kondisi lalu lintas sebelum melakukan perjalanan. Pengendara juga diminta mengikuti arahan petugas di lapangan apabila terjadi perubahan arus kendaraan.

“Masyarakat diimbau untuk mengikuti arahan petugas, berhati-hati dalam berkendara, serta menyesuaikan waktu dan rute perjalanan dengan kondisi lalu lintas terkini,” ujarnya.

Kesiapsiagaan Dishub DKI tersebut dilakukan seiring adanya rencana aksi penyampaian pendapat yang diperkirakan berlangsung di kawasan Gedung DPR/MPR RI. Kepolisian sebelumnya memperkirakan sekitar 500 orang akan mengikuti aksi tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menjelaskan, jumlah tersebut merupakan estimasi berdasarkan surat pemberitahuan aksi yang telah diterima kepolisian dari sejumlah elemen masyarakat.

“Kalau kita berbicara estimasi, sejauh ini masih sekitar 500 massa. Kami menerima pemberitahuan dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu dan beberapa aliansi lainnya,” kata Budi.

Menurut dia, konsentrasi massa diperkirakan berada di sekitar Gedung DPR/MPR RI. Polisi juga mengantisipasi kemungkinan adanya elemen mahasiswa yang bergabung dalam aksi tersebut.

Meski demikian, Budi memastikan kondisi keamanan sejauh ini masih terkendali. Polisi belum menemukan adanya peserta aksi yang membawa senjata berbahaya maupun melakukan pelanggaran yang berujung pada penindakan.

“Terkait situasi di lapangan, Polda Metro Jaya memastikan hingga saat ini belum ada peserta aksi yang diamankan maupun ditemukan membawa senjata berbahaya,” ucapnya.

Dengan adanya pengamanan dan pengaturan lalu lintas dari sejumlah instansi, masyarakat diharapkan tetap dapat beraktivitas dengan aman. Pengendara juga disarankan mempersiapkan rute alternatif untuk menghindari kawasan yang berpotensi mengalami kepadatan selama aksi berlangsung.

Exit mobile version