KabarJakarta.com – Kebakaran di tempat penampungan sementara (TPS) sampah liar di Jalan Penggilingan Baru I, RW 03, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, menjadi peringatan serius bagi warga dan pemerintah setempat. Setelah api berhasil dipadamkan, Kelurahan Dukuh bersama pengurus RT dan RW memutuskan untuk memperketat pengawasan di kawasan tersebut agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Ketua RW 03 Kelurahan Dukuh, Irman Riady, menjelaskan pengawasan terhadap lahan kosong yang selama ini kerap dijadikan lokasi pembuangan sampah liar akan ditingkatkan. Langkah itu dilakukan di bawah koordinasi lurah dengan melibatkan pengurus RT dan RW sebagai pelaksana di lapangan.
“Untuk mencegah kejadian serupa, pengawasan ke depan akan dilakukan lebih ketat di bawah koordinasi lurah dengan pelaksana lapangan RT dan RW setempat,” kata Irman di Jakarta, Senin (3/8).
Menurut Irman, kebakaran yang terjadi pada Minggu (2/8) diduga dipicu oleh aktivitas anak-anak yang bermain api di sekitar tumpukan sampah. Api kemudian dengan cepat membesar karena kondisi angin yang cukup kencang sehingga menyulitkan proses pemadaman.
Ia menegaskan bahwa lokasi tersebut bukan merupakan tempat pengolahan sampah resmi. Aktivitas pembuangan sampah di lahan kosong itu dilakukan tanpa izin dan tidak pernah mendapat persetujuan dari aparat lingkungan maupun pemerintah setempat.
Irman juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkali-kali melarang aktivitas tersebut, baik melalui surat resmi maupun teguran langsung kepada pihak-pihak yang diduga membuang sampah di lokasi tersebut. Namun, praktik pembuangan sampah masih terus berlangsung secara sembunyi-sembunyi.
“Kami sudah melarang kegiatan itu, baik secara surat maupun lisan. Mereka memasukkan sampah secara sembunyi-sembunyi ke area sekitar sini,” terangnya.
Selain meningkatkan pengawasan, pengurus lingkungan juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap keselamatan lingkungan. Irman secara khusus mengingatkan anak-anak agar tidak bermain api, membakar sampah, menyalakan petasan, maupun melakukan aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran.
Menurutnya, kebiasaan tersebut sangat berbahaya, terutama di lokasi yang dipenuhi material mudah terbakar seperti tumpukan sampah. “Mohon anak-anak tidak memainkan api atau membakar apa pun di area ini agar tidak terjadi kebakaran seperti sekarang,” katanya.
Peristiwa kebakaran itu sebenarnya telah berlangsung sejak Sabtu (1/8) pagi. Informasi warga menyebut api pertama kali muncul akibat permainan anak-anak di sekitar tumpukan sampah. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan meluas ke sebagian besar area lahan kosong yang memiliki luas sekitar 6.000 meter persegi.
Petugas dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur bersama personel Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Dukuh langsung diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api.
Namun, proses pemadaman tidak berjalan mudah. Petugas menghadapi kendala karena tumpukan puing dan sampah di bagian permukaan menutupi material yang masih terbakar di lapisan bawah tanah.
Kondisi tersebut memunculkan fenomena ground fire atau titik api di bawah permukaan. Meski kobaran api di atas terlihat telah padam, bara api di dalam timbunan sampah masih terus menyala dan menghasilkan asap pekat.
Akibatnya, petugas harus melakukan penguraian material sampah satu per satu untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang tersisa. Hingga Minggu (2/8) siang, proses pendinginan masih terus dilakukan agar seluruh bara benar-benar padam dan kebakaran tidak kembali muncul.
Peristiwa tersebut juga meninggalkan duka mendalam. Seorang petugas Gulkarmat Jakarta Timur bernama Andriyono meninggal dunia saat menjalankan tugas memadamkan kebakaran tersebut.
Korban dilaporkan mendadak mengalami sesak napas sebelum akhirnya pingsan di lokasi. Diduga, Andriyono menghirup asap pekat yang memenuhi area pemadaman sehingga kondisinya memburuk saat bertugas.
Kepergian Andriyono menjadi pengingat bahwa kebakaran di lokasi pembuangan sampah bukan hanya mengancam lingkungan, tetapi juga membahayakan keselamatan para petugas yang berada di garis depan penanganan bencana.
Pemerintah Kelurahan Dukuh bersama pengurus RT dan RW berharap pengawasan yang lebih ketat, disertai meningkatnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan maupun bermain api di sekitar lokasi, dapat mencegah terulangnya kebakaran serupa.
Selain menjaga kebersihan lingkungan, langkah tersebut juga menjadi upaya melindungi keselamatan warga dan petugas yang bertugas menangani keadaan darurat.
