LRT Kelapa Gading-Manggarai Layani 100 Ribu Penumpang, Siap jadi Andalan Mobilitas Jakarta

Penumpang menaiki kereta LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai di Jakarta, Jumat (25/9). LRT Jakarta telah menetapkan tarif normal sebesar Rp5.000 usai uji coba dengan tarif Rp8 pada rute baru Velodrome-Manggarai maupun sebaliknya. Foto: beritajakarta

KabarJakarta.com — September 2026, warga Jakarta punya pilihan moda transportasi baru. Sejak resmi dibuka, LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai telah menunjukkan perannya sebagai bagian dari jaringan transportasi publik yang menghubungkan kawasan utara hingga pusat Jakarta.

Hanya dalam waktu sembilan hari sejak peresmian pada 16 September 2026 hingga 24 September 2026, jumlah penumpang yang dilayani telah menembus 100.343 orang. Angka tersebut menjadi gambaran awal tingginya minat masyarakat mencoba jalur baru LRT Jakarta.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin mengungkapkan, antusiasme masyarakat sudah terlihat sejak masa sosialisasi. Selama 16-23 September 2026, LRT Jakarta mencatat 92.043 penumpang atau rata-rata 11.505 penumpang setiap hari.

“Sejak diresmikan 16 September hingga 24 September, LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai telah mampu melayani lebih dari 100 ribu penumpang,” ujar Budi, Jumat (25/9).

Tingginya jumlah penggun,a bukan satu-satunya catatan dalam pengoperasian awal. Dari sisi perjalanan, LRT Jakarta juga menunjukkan tingkat ketepatan waktu yang sangat tinggi.

Selama periode sosialisasi, realisasi perjalanan mencapai 100 persen. Sementara itu, On Time Performance (OTP) tercatat 99,98 persen. Data tersebut menunjukkan bahwa dari sisi operasional, layanan baru ini telah dipersiapkan untuk menjaga perjalanan tetap sesuai jadwal.

Masa pengenalan kepada masyarakat berlangsung dengan tarif khusus Rp8. Kebijakan tersebut menjadi kesempatan bagi warga untuk mencoba langsung layanan sekaligus mengenali rute dan stasiun yang dilewati.

Mulai 24 September 2026, tarif normal LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai ditetapkan Rp5.000 per perjalanan. Dengan tarif tersebut, pemerintah berharap LRT tidak hanya menjadi moda transportasi yang dicoba karena penasaran, tetapi digunakan sebagai bagian dari perjalanan sehari-hari.

“Dengan tarif Rp5.000, masyarakat kini dapat memanfaatkan layanan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai untuk perjalanan sehari-hari,” kata Budi.

Dari sisi waktu tempuh, perjalanan Kelapa Gading menuju Manggarai membutuhkan sekitar 28 menit. Layanan ini beroperasi mulai pukul 05.30 hingga 20.00 WIB dengan jarak keberangkatan antarkereta atau headway 15 menit.

Setelah pukul 20.00 WIB, layanan LRT masih beroperasi hingga pukul 23.00 WIB, tetapi lintasnya terbatas dari Kelapa Gading hingga Velodrome.

Kesiapan layanan tersebut sebelumnya telah dipastikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut infrastruktur LRT telah rampung, termasuk persinyalan dan sistem perkeretaapian.

Tak hanya rel dan stasiun, Pemprov DKI juga menata kawasan di bawah lintasan LRT serta menyiapkan konektivitas dengan moda transportasi lain. Seluruh stasiun LRT Jakarta disebut telah terhubung dengan layanan Transjakarta.

Konektivitas ini menjadi bagian penting karena perjalanan penumpang tidak selalu berakhir di stasiun LRT. Dengan terhubungnya LRT dan Transjakarta, perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan moda lain menuju tujuan akhir.

Pengembangan jalur LRT juga belum berhenti di Manggarai. Pemprov DKI telah mengalokasikan lebih dari Rp600 miliar untuk melanjutkan pembangunan dari Manggarai menuju Dukuh Atas sepanjang sekitar 2,1 kilometer.

Bagi Jakarta, kehadiran jalur Kelapa Gading-Manggarai bukan sekadar bertambahnya jalur kereta. Angka 100 ribu penumpang dalam masa awal pengoperasian menjadi catatan pertama bahwa masyarakat mulai mengenal dan memanfaatkan rute tersebut.

Tantangan berikutnya adalah menjaga ketepatan waktu, kenyamanan, konektivitas, serta konsistensi layanan agar LRT benar-benar menjadi bagian dari rutinitas mobilitas warga Jakarta.

Exit mobile version