KabarJakarta.com — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta pedagang masker tidak memanfaatkan situasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau untuk menaikkan harga secara tidak wajar atau melakukan penimbunan. Menurut dia, masker merupakan kebutuhan masyarakat yang harus tetap tersedia dengan harga terjangkau.
“Ini kan, menjadi kebutuhan publik, kebutuhan untuk bersama. Jangan dipermainkan,” kata Pramono saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Senin (7/9).
Pramono menegaskan, pemerintah akan terus berupaya memastikan kebutuhan masker masyarakat terpenuhi. Salah satunya dengan membagikan masker secara gratis di sejumlah tempat umum.
Langkah tersebut dilakukan untuk membantu warga, terutama mereka yang membutuhkan perlindungan saat beraktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara terdampak abu vulkanik.
Sejumlah instansi sebelumnya telah bergerak membagikan masker kepada masyarakat. Pada Minggu (6/9), pembagian masker dilakukan antara lain oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Selatan, Satpol PP Jakarta Pusat, Direktorat Samapta Polda Metro Jaya, Polsek Senen, dan Polsek Metro Kebayoran Baru.
Selain memastikan ketersediaan masker, Pemprov DKI Jakarta juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan abu vulkanik. Pramono meminta warga menerapkan lima langkah atau 5M apabila wilayah tempat tinggal mulai terdampak abu Gunung Anak Krakatau.
Langkah pertama adalah menggunakan masker atau perlindungan diri, terutama ketika harus melakukan aktivitas di luar ruangan. Masker diperlukan untuk mengurangi risiko menghirup partikel abu yang berada di udara.
Kedua, warga diminta menutup pintu, jendela, serta sumber air untuk mencegah abu masuk dan mencemari lingkungan di dalam rumah. Ketiga, aktivitas di luar ruangan perlu dibatasi jika paparan abu sudah cukup pekat.
Langkah berikutnya adalah membersihkan endapan abu dengan cara membasahinya terlebih dahulu. Cara ini dilakukan agar partikel abu tidak kembali beterbangan dan terhirup saat proses pembersihan.
Sementara itu, warga yang mengalami gangguan pernapasan atau kondisi penglihatan yang memburuk diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat. Pemeriksaan medis diperlukan jika muncul keluhan setelah terpapar abu vulkanik.
Pemprov DKI Jakarta juga terus memantau perkembangan situasi melalui koordinasi dengan pemerintah pusat dan sejumlah lembaga terkait. Koordinasi dilakukan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Geologi Kementerian ESDM, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta instansi lainnya.
Pemantauan tersebut mencakup perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan arah sebaran abu vulkanik. Pemerintah memastikan langkah penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi terbaru di lapangan.
Di tengah situasi tersebut, Pramono kembali mengingatkan agar kebutuhan dasar masyarakat tidak dijadikan peluang untuk mencari keuntungan secara berlebihan. Ketersediaan masker dinilai menjadi bagian penting dari upaya melindungi warga selama sebaran abu vulkanik masih menjadi perhatian.
