KabarJakarta.com – Kekhawatiran warga terhadap kondisi turap Kali Mampang di Jalan Poncol Jaya, Kelurahan Kuningan Barat, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, mulai mendapat perhatian. Sejumlah bagian turap yang mengalami kerusakan kini diperbaiki untuk memastikan bantaran kali tetap aman ketika debit air meningkat saat musim hujan.
Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan menargetkan pekerjaan perbaikan turap tersebut rampung pada awal September 2026. Perbaikan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat infrastruktur sumber daya air sekaligus mengantisipasi potensi genangan di kawasan sekitar.
Kepala Seksi Pemeliharaan Suku Dinas SDA Jakarta Selatan Junjung Paulus menjelaskan, kerusakan turap diketahui setelah tim melakukan pemantauan langsung di lapangan. Kondisi tersebut dinilai perlu segera ditangani karena berpotensi semakin parah ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi.
“Kita lakukan perbaikan turap, karena dari hasil monitoring tim di lapangan, terdapat beberapa bagian yang rusak dan dikhawatirkan amblas saat musim hujan nanti,” ujar Junjung di Jakarta, Kamis (20/8).
Pekerjaan perbaikan telah dimulai sejak 17 Juli 2026. Turap yang ditangani memiliki tinggi sekitar 310 sentimeter dengan panjang mencapai 300 meter. Proses pengerjaan dilakukan secara manual dengan melibatkan enam personel Pasukan Biru.
Meski dilakukan secara manual, petugas terus mempercepat pekerjaan agar target penyelesaian tidak meleset. Perbaikan diharapkan sudah selesai sebelum memasuki periode hujan yang berpotensi meningkatkan debit air Kali Mampang.
“Kita kebut pengerjaan ini, mudah-mudahan awal bulan depan sudah selesai, sebelum musim hujan tiba,” kata Junjung.
Menurut dia, kondisi turap yang baik memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan bantaran kali. Selain mengurangi risiko turap amblas, perbaikan tersebut juga diharapkan mampu menekan potensi kerusakan akibat erosi serta tekanan air ketika debit kali meningkat.
Upaya ini juga menjadi langkah pencegahan agar kerusakan infrastruktur tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. Dengan kondisi turap yang lebih kuat, aliran air diharapkan dapat tetap terkendali dan risiko terjadinya genangan di sekitar kawasan bisa diminimalkan.
“Kami komitmen untuk terus menghadirkan infrastruktur sumber daya air yang andal. Itu untuk mendukung kenyamanan dan keselamatan masyarakat dalam segala kondisi cuaca,” bebernya.
Bagi warga sekitar, perbaikan turap menjadi kabar baik. Ahmad Ansori, salah seorang warga setempat, mengapresiasi langkah yang dilakukan Suku Dinas SDA Jakarta Selatan. Menurutnya, perbaikan memang perlu dilakukan sebelum kondisi turap semakin memburuk.
Ia menilai langkah antisipatif penting, terutama menjelang musim hujan ketika volume air di kali biasanya meningkat. Kondisi turap yang kuat dinilai dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar bantaran kali.
“Kalau dilihat sebelumnya, turap di sini sudah kurang bagus atau mengkhawatirkan. Melalui perbaikan ini, kami berharap fungsinya akan semakin baik dan optimal,” tandas Ahmad.
Perbaikan turap Kali Mampang tersebut kini menjadi salah satu pekerjaan yang dikebut menjelang musim hujan. Bagi warga, keberadaan turap bukan sekadar bagian dari konstruksi kali, tetapi juga menjadi perlindungan penting bagi lingkungan sekitar dari ancaman erosi, kerusakan bantaran, dan genangan.
