KabarJakarta.com – Di tengah padatnya kawasan perkotaan Jakarta Utara, ruang terbuka yang bisa digunakan untuk berolahraga, bermain, atau sekadar beristirahat menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat. Pemerintah pun terus menambah ruang publik yang dapat menjadi tempat warga melepas penat dari aktivitas sehari-hari.
Salah satunya melalui pembangunan Taman Bukit Gading di Jalan Bukit Gading Raya I, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kecamatan Kelapa Gading. Taman ini dibangun oleh Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Utara di atas lahan seluas 1,3 hektare.
Ruang publik tersebut dirancang tidak hanya sebagai taman dengan pepohonan dan tanaman hijau. Sejumlah fasilitas untuk olahraga dan rekreasi keluarga juga disiapkan agar keberadaannya benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat.
Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Utara Reina Camelia menjelaskan pembangunan taman ditargetkan selesai dalam waktu sekitar 120 hari. Dengan jadwal tersebut, Taman Bukit Gading diharapkan sudah dapat digunakan masyarakat pada Oktober 2026.
“Pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 120 hari, atau pada Oktober 2026,” kata Reina di Jakarta, Minggu (9/8).
Saat ini, pembangunan telah memasuki minggu kedelapan. Pekerjaan di lapangan disebut sudah mencapai sekitar 35 persen. “Target pelaksanaan sekitar 120 hari, dan rencananya, pembangunan akan selesai pada Oktober mendatang,” ujar Reina.
Ruang publik untuk olahraga dan keluarga
Taman Bukit Gading disiapkan dengan konsep ruang publik yang menggabungkan fungsi olahraga, rekreasi, dan ruang hijau. Salah satu fasilitas utama yang akan tersedia adalah jogging track sepanjang kurang lebih 505 meter.
Lintasan tersebut akan menjadi pilihan bagi warga yang ingin berolahraga tanpa harus pergi jauh dari lingkungan tempat tinggal. Selain itu, taman juga dilengkapi area bermain anak sehingga dapat menjadi tempat keluarga menghabiskan waktu bersama.
Keberadaan ruang hijau merupakan bagian penting dari rancangan taman. Pepohonan dan area terbuka diharapkan memberikan suasana yang lebih sejuk dan nyaman di tengah lingkungan Kelapa Gading yang berkembang sebagai kawasan permukiman dan aktivitas ekonomi.
Tidak hanya itu, pemerintah juga membangun bangunan serbaguna atau shelter. Fasilitas tersebut nantinya dapat digunakan warga untuk berbagai kegiatan selama tetap sesuai dengan fungsi ruang publik.
Reina membeberkan konsep utama pembangunan taman adalah menciptakan ruang yang dapat digunakan oleh berbagai kelompok masyarakat.
Menurut dia, Taman Bukit Gading tidak hanya ditujukan bagi warga yang ingin berolahraga. Masyarakat yang ingin berjalan santai, menemani anak bermain, atau menikmati suasana hijau juga dapat memanfaatkan kawasan tersebut.
Tambahan pilihan ruang olahraga
Taman Bukit Gading nantinya menjadi salah satu pilihan ruang publik bagi warga Kelapa Gading. Selama ini, masyarakat juga memanfaatkan kawasan jogging track di Kelapa Gading Boulevard untuk berolahraga.
Dengan hadirnya taman baru, pilihan tempat beraktivitas di luar ruangan menjadi lebih beragam. Warga tidak harus selalu menggunakan fasilitas olahraga yang berada di lokasi yang sama.
“Dengan hadirnya taman ini, masyarakat memiliki pilihan ruang publik yang nyaman untuk berolahraga, berjalan santai, bermain bersama anak, maupun menikmati suasana hijau di tengah kawasan perkotaan,” ungkap Reina.
Pembangunan taman tersebut juga memiliki manfaat lain, karena melibatkan tenaga kerja melalui Program Padat Karya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sejumlah pekerja padat karya ditempatkan untuk membantu proses pembangunan di lokasi.
Jika pembangunan berjalan sesuai rencana, Taman Bukit Gading akan menambah ruang terbuka hijau sekaligus fasilitas rekreasi warga di Jakarta Utara. Kehadirannya diharapkan tidak berhenti sebagai taman baru, tetapi menjadi ruang yang benar-benar hidup dan digunakan masyarakat setiap hari.
Dengan luas 1,3 hektare dan berbagai fasilitas yang disiapkan, taman ini nantinya menjadi salah satu ruang publik baru bagi warga Kelapa Gading untuk menjaga kebugaran, berkumpul bersama keluarga, dan menikmati ruang hijau tanpa harus meninggalkan kawasan tempat tinggal mereka.






