Tiga Lokbin Disiapkan jadi Rumah Baru PKL Jalan Raya Bogor

Jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur (Jaktim) meninjau kondisi jalan yang licin di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (20/8/2026). Foto: Pemkot Jakarta Timur.

KabarJakarta.com – Penataan kawasan Jalan Raya Bogor, Kramat Jati, Jakarta Timur, memasuki tahap persiapan relokasi pedagang kaki lima (PKL). Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur menyiapkan tiga lokasi binaan (Lokbin) sebagai tempat alternatif bagi para pedagang yang selama ini berjualan di bahu jalan dan trotoar.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menata kawasan agar lebih tertib, nyaman, dan tidak lagi dipenuhi aktivitas perdagangan yang menggunakan ruang publik. Penataan ini dilakukan setelah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginstruksikan agar kawasan Jalan Raya Bogor segera dibenahi.

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menjelaskan, tiga lokasi yang disiapkan berada tidak jauh dari kawasan Kramat Jati. Ketiganya yakni Lokbin Kramat Jati di samping Lippo Plaza Kramat Jati, Lokbin Cililitan, dan Lokbin Nusa.

“Ada 3 lokasi yang menjadi kandidat relokasi para pedagang PKL di kawasan Kramat Jati,” kata Munjirin di Jakarta, Rabu (26/8).

Bagi pemerintah, relokasi bukan berarti menghilangkan mata pencaharian pedagang. Aktivitas perdagangan tetap diberikan ruang, tetapi dipindahkan dari lokasi yang mengganggu fungsi jalan dan trotoar ke tempat yang telah disediakan.

“Intinya Pemprov DKI Jakarta melakukan penataan kawasan Jalan Raya Bogor Kramat Jati. Bukan melarang pedagang untuk berjualan. Namun, kami relokasi kegiatan perdagangan ke tempat yang sesuai ketentuan,” jelasnya.

Persoalan PKL di kawasan tersebut selama ini tidak hanya berkaitan dengan ketertiban. Lapak yang berdiri di bahu jalan dan trotoar juga berpengaruh terhadap kelancaran lalu lintas. Pada saat yang sama, keberadaan lapak dan aktivitas jual beli membuat kawasan terlihat semakin padat.

Karena itu, pemerintah mencoba mencari jalan tengah. Pedagang tetap dapat menjalankan usaha, sementara ruang publik dikembalikan sesuai peruntukannya.

Berdasarkan pendataan sementara, tersedia sekitar 621 tempat yang dapat digunakan untuk menampung pedagang. Penempatannya akan disesuaikan dengan jenis dagangan serta karakteristik lokasi sehingga tidak dilakukan secara asal.

Dari tiga Lokbin yang menjadi kandidat, masih terdapat sejumlah kios kosong. Lokbin Kramat Jati memiliki 114 kios kosong, sementara Lokbin Cililitan menyediakan 21 kios dan Lokbin Nusa memiliki 27 kios kosong.

“Lokbin Kramat Jati memiliki kapasitas yang cukup besar, terdapat 114 kios kosong, Lokbin Cililitan 21 kios kosong dan Lokbin Nusa 27 kios kosong,” ujar Munjirin.

Pengaturan selanjutnya akan melibatkan Perumda Pasar Jaya. Pembagian kios dan los akan disesuaikan dengan kebutuhan pedagang dan jenis komoditas yang dijual. Pedagang daging, ayam, ikan, hingga kerang termasuk yang akan menjadi bagian dari penataan.

“Baik pedagang daging, ikan, ayam, maupun kerang, kapasitas serta pembagian kios dan los selanjutnya akan difinalisasi oleh pihak PD Pasar Jaya,” ucapnya.

Dengan adanya lokasi alternatif tersebut, pemerintah berharap proses penataan tidak berujung pada hilangnya usaha masyarakat. Sebaliknya, relokasi diharapkan menjadi awal bagi terciptanya kawasan perdagangan yang lebih tertata.

Pemkot Jakarta Timur memastikan proses tersebut akan dilakukan secara terkoordinasi dan humanis. Pemerintah juga menggandeng Perumda Pasar Jaya untuk memastikan kesiapan tempat serta pengaturan pedagang.

Bagi kawasan Jalan Raya Bogor, penataan ini bukan sekadar memindahkan lapak. Lebih jauh, langkah tersebut menjadi upaya mengembalikan fungsi trotoar dan bahu jalan, sekaligus menjaga agar kegiatan ekonomi warga tetap berjalan di ruang yang semestinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *