Lansia Jaktim Didorong Tetap Aktif: Sehat, Mandiri, hingga jadi Teladan di Lingkungan

Pemerintah Kota Jakarta Timur menggelar peringatan Hari Lanjut Usia Nasional yang mengusung tema "Gaya Hidup Sehat untuk Lansia Produktif dan Cegah Kepikunan", Kamis (3/9/2026). Foto: Pemerintah Kota Jakarta Timur

KabarJakarta.com – Menjadi lanjut usia bukan berarti berhenti beraktivitas. Justru pada usia senja, seseorang masih memiliki kesempatan untuk berperan dan memberi manfaat bagi keluarga maupun lingkungan sekitar.

Pesan itu yang kini didorong Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur. Para lansia di wilayah tersebut diajak untuk tetap menjaga kesehatan, merawat kemandirian, sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat.

Wakil Wali Kota Jakarta Timur Kusmanto menjelaskan, lansia tidak seharusnya dipandang sebelah mata. Menurutnya, selama kesehatan dan kemampuan merawat diri tetap dijaga, lansia masih bisa berkontribusi dalam kehidupan sosial.

“Lansia nggak boleh dipandang sebelah mata. Jika lansia dapat menjaga kesehatan dan merawat diri, mereka tetap bisa berkontribusi dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial di lingkungan masyarakat,” kata Kusmanto di Jakarta, Jumat (4/9).

Bukan sekadar menjaga kesehatan

Bagi Kusmanto, pengalaman yang dimiliki lansia menjadi modal penting untuk ikut membangun lingkungan. Mereka memiliki posisi yang cukup kuat dalam keluarga sehingga dapat menjadi sumber nasihat dan teladan bagi anak-anak maupun generasi yang lebih muda.

Salah satu peran yang diharapkan adalah keterlibatan lansia dalam menjaga anak dan cucu di rumah. Kehadiran orang tua dan kakek-nenek dinilai dapat membantu keluarga dalam mengawasi pergaulan anak dan remaja.

Peran tersebut juga diharapkan dapat ikut mencegah anak-anak terlibat tawuran yang masih menjadi persoalan sosial di sejumlah wilayah Jakarta.

“Selain itu, kami ingin mereka bisa menjadi teladan di lingkungan masing-masing, melalui gerakan memilah sampah dari rumah,” ujar Kusmanto.

Menurut dia, kebiasaan sederhana seperti memilah sampah dapat memberikan contoh langsung kepada warga lain. Kegiatan lansia aktif memilah sampah juga menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat menerapkan pola pengelolaan sampah sesuai Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2021.

Dengan begitu, aktivitas lansia tidak hanya berkaitan dengan kesehatan pribadi, tetapi juga menyentuh persoalan sosial dan lingkungan.

Aktif agar tetap mandiri

Kusmanto juga mengajak para lansia yang selama ini belum banyak mengikuti kegiatan untuk mulai terlibat dalam aktivitas di tingkat kelurahan.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang bagi lansia untuk bersosialisasi. Berbagai aktivitas di lingkungan juga dapat menjadi kesempatan untuk memantau kondisi kesehatan mereka secara rutin.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Arief Wahyudhy mengungkapkan, pihaknya baru saja menggelar peringatan Hari Lanjut Usia Nasional pada Kamis (3/9). Kegiatan yang mengangkat tema “Gaya Hidup Sehat untuk Lansia Produktif dan Cegah Kepikunan” itu diikuti sekitar 200 lansia.

“Kegiatan diikuti oleh 200 lansia. Sesuai tema, kami menginginkan agar lansia itu bisa mandiri,” tutur Arief.

Menurutnya, mandiri bagi lansia memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar mampu melakukan aktivitas sehari-hari tanpa bantuan orang lain. Lansia juga perlu berada dalam kondisi sehat, produktif, bugar, bahagia, serta tetap memiliki ruang untuk beraktivitas dan bersosialisasi.

Jumlah lansia di Jakarta Timur pun cukup besar. Arief menyebut sekitar 10 persen dari total penduduk Jakarta Timur yang mencapai sekitar 3 juta jiwa merupakan lansia.

Keluarga ikut berperan

Menjaga lansia tetap sehat dan mandiri tidak bisa hanya dibebankan kepada mereka sendiri. Keluarga juga memiliki peran penting, terutama ketika lansia mulai membutuhkan bantuan dalam menjalankan aktivitas tertentu.

Untuk mendukung hal tersebut, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur menyiapkan Pasukan Putih yang bekerja bersama kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) serta Dasawisma.

Pasukan Putih diarahkan untuk membantu lansia yang membutuhkan pendampingan. Di saat yang sama, keluarga didorong memiliki kemampuan sebagai caregiver atau pendamping yang membantu kebutuhan lansia, baik secara fisik maupun emosional.

Upaya menjaga kesehatan juga dilakukan melalui langkah promotif dan preventif. Lansia didorong rutin memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG), Posyandu, Posyandu Lansia, serta berbagai kegiatan kesehatan lainnya.

Langkah tersebut penting untuk memastikan kondisi kesehatan lansia dapat dipantau secara berkala. Penyakit seperti diabetes melitus dan hipertensi juga diharapkan dapat ditemukan lebih awal sehingga penanganannya bisa segera dilakukan.

“Kami berkomitmen agar kesehatan lansia bisa dipantau, dan berbagai penyakit dapat dideteksi lebih dini. Seperti, diabetes melitus dan hipertensi,” kata Arief.

Pada akhirnya, menjadi lansia bukan tentang seberapa banyak aktivitas yang masih mampu dilakukan. Lebih dari itu, masa lanjut usia dapat menjadi fase untuk tetap hadir bagi keluarga, berbagi pengalaman, menjaga kesehatan, dan memberi contoh positif bagi lingkungan.

Di Jakarta Timur, pesan itu ingin diwujudkan melalui lansia yang tidak hanya sehat dan mandiri, tetapi juga tetap produktif, peduli, dan terlibat dalam kehidupan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *