KabarJakarta.com — Kantor Berita ANTARA memperkuat koordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Polda Banten, TNI, serta sejumlah instansi terkait untuk mencari lima pewarta foto yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Salah satu pewarta yang belum diketahui keberadaannya adalah Muhammad Bagus Khoirunas, pewarta foto ANTARA Biro Banten. Bagus bersama 4 (empat) pewarta foto lainnya dilaporkan hilang kontak setelah menjalankan tugas jurnalistik pada Senin (7/9).
Direktur Utama Kantor Berita ANTARA Benny Siga Butarbutar menjelaskan pihaknya berharap proses pencarian dapat berjalan lancar dan seluruh pewarta yang belum diketahui keberadaannya segera ditemukan dalam kondisi selamat.
“Saat ini, kami juga sudah mengirimkan tim khusus, yang merupakan gabungan dari ANTARA pusat dan Biro Banten, untuk memastikan seluruh upaya komunikasi dan koordinasi berjalan terus menerus,” kata Benny di Jakarta, Selasa (8/9) malam.
Menurut Benny, tim khusus tersebut bertugas memastikan komunikasi dengan pihak-pihak terkait terus berjalan. ANTARA juga mendorong petugas meningkatkan intensitas pencarian terhadap rombongan jurnalis yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
Selain mengirimkan tim, ANTARA mendirikan posko siaga media bersama iNews dari MNC Group dan merdeka.com. Posko tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi serta memastikan informasi mengenai kondisi para pewarta dapat segera diperoleh dari sumber yang berwenang.
Sementara itu, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengungkapkan pencarian dilakukan secara gabungan dengan melibatkan Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud), Basarnas, serta TNI. Tim gabungan bergerak setelah menerima informasi mengenai hilang kontaknya kelima pewarta foto tersebut.
Namun, proses pencarian menghadapi sejumlah kendala. Kondisi alam di sekitar perairan Selat Sunda, terutama gelombang tinggi dan jarak pandang yang terbatas, membuat petugas harus menghadapi situasi yang tidak mudah.
Berdasarkan catatan redaksi, Bagus berangkat melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9). Dalam menjalankan tugasnya, ia bersama 4 (empat) pewarta foto lainnya, yakni Arie Basuki dari merdeka.com, Donal Husni yang merupakan fotografer lepas, Yudhistira dari iNews, dan Daus dari Anadolu.
Hingga Selasa (8/9) malam, ANTARA belum menerima kabar dari Bagus maupun empat pewarta lainnya. Upaya pencarian dan komunikasi dengan berbagai pihak masih terus dilakukan untuk mengetahui keberadaan mereka.
Redaksi menegaskan akan terus menyampaikan perkembangan mengenai pencarian tersebut berdasarkan informasi yang telah diverifikasi dari otoritas maupun pihak terkait. Termasuk juga mengimbau masyarakat dan seluruh pihak untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi atau bersifat spekulatif.
Langkah tersebut dinilai penting agar proses pencarian tidak terganggu dan keluarga maupun rekan-rekan para pewarta memperoleh informasi yang akurat.
Di tengah kondisi alam yang menjadi tantangan, upaya pencarian terus dilakukan. Harapan agar kelima pewarta foto segera ditemukan dalam keadaan selamat menjadi perhatian utama seluruh pihak yang terlibat.






