Menyiapkan Commis Pastry, Menjaga Masa Depan Kuliner Jakarta Menuju 500 Tahun

Pusat Pelatihan Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta menggelar Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Skema Commis Pastry Tahun 2026. Foto: Pemprov DKI

KabarJakarta.com — Di balik semaraknya industri kuliner Jakarta, ada pekerjaan yang jarang menjadi sorotan, tetapi memegang peran penting di dapur profesional. Salah satunya adalah commis pastry, tenaga kerja pemula yang bertugas membantu proses produksi bakery dan pastry sekaligus menjadi bagian dari rantai kerja yang menentukan kualitas sebuah produk kuliner.

Kebutuhan terhadap tenaga terampil di bidang ini semakin penting seiring berkembangnya industri food and beverage (F&B), hotel, restoran, kafe, hingga toko kue di Jakarta. Karena itu, penguatan kompetensi tenaga kerja menjadi salah satu bagian penting dalam menyiapkan ekosistem kuliner Jakarta agar semakin kuat dan mampu bersaing.

Upaya tersebut dilakukan Pusat Pelatihan Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta melalui Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Skema Commis Pastry Tahun 2026.

Sebanyak 35 peserta mengikuti pelatihan yang berlangsung pada 15-17 September 2026 di Ruang Candi Kalasan Lantai 2, Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, Jalan Jenderal Sudirman Kavling 86, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Mengenal peran commis pastry

Secara sederhana, commis pastry adalah tenaga kerja tingkat awal di bagian pastry yang membantu pastry chef atau tim dapur dalam menyiapkan berbagai produk seperti roti, kue, cake, dessert, dan produk olahan lainnya.

Meski berada pada jenjang awal, pekerjaan ini tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Seorang commis pastry perlu memahami penggunaan bahan, teknik dasar pengolahan, penimbangan, pencampuran, pemanggangan, penyimpanan, hingga penerapan kebersihan dan keamanan pangan.

Ketelitian menjadi salah satu kemampuan penting. Kesalahan kecil dalam takaran bahan, suhu oven atau waktu pemanggangan dapat memengaruhi rasa, tekstur dan tampilan produk.

Karena itu, pelatihan commis pastry bukan sekadar mengajarkan cara membuat kue. Program tersebut juga mempersiapkan tenaga kerja agar memahami standar kerja dapur profesional.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Andhika Permata, menjelaskan kebutuhan tenaga pastry profesional dan bersertifikat terus menjadi perhatian di tengah pertumbuhan industri F&B dan perhotelan Jakarta.

Menurut dia, sektor bakery dan pastry membutuhkan presisi, higienitas dan keterampilan teknis yang tinggi. Kompetensi tersebut diperlukan agar tenaga kerja mampu memenuhi standar industri yang semakin berkembang.

Dari pelatihan menuju sertifikasi

Rangkaian kegiatan tidak berhenti pada pemberian materi. Para peserta mendapatkan pembekalan, kemudian mengikuti ujian teori dan praktik sebelum menjalani uji kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Kepala Pusat Pelatihan Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Endrati Fariani, mengungkapkan kegiatan tersebut bekerja sama dengan LPK Kedua Bersaudara Training & Consulting dan LSP Hotel dan Restoran.

Tahun ini, pelatihan menggunakan kurikulum Toolbox ASEAN. Kurikulum tersebut menjadi salah satu acuan pendidikan dan pelatihan pariwisata di kawasan Asia Tenggara.

Penggunaan standar tersebut membuat pelatihan tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis, tetapi juga diarahkan pada kebutuhan industri pariwisata yang memiliki standar kerja lebih luas.

Seleksi peserta dilakukan melalui pendaftaran daring, seleksi administrasi dan pre-test. Hanya peserta yang memenuhi persyaratan dan menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan yang dapat mengikuti uji kompetensi BNSP.

Dukungan industri juga hadir melalui penyediaan bahan baku. PT Delisari Nusantara memasok sejumlah produk, antara lain Grand Fermage Unsalted France Butter, Monna Lisa Whipping Cream, Shine Dark Block Chocolate Compound dan Del’s Master Joy. Sementara PT Mulia Boga Raya Tbk mendukung dengan produk Prochiz.

Dengan demikian, peserta tidak hanya belajar menggunakan bahan secara teori, tetapi juga berlatih dengan produk yang digunakan dalam lingkungan dapur profesional.

Investasi SDM untuk Jakarta 500 tahun

Penguatan tenaga pastry memiliki makna lebih luas bagi Jakarta. Kota ini tidak hanya membutuhkan gedung, infrastruktur dan destinasi wisata baru, tetapi juga manusia yang mampu menggerakkan industri di dalamnya.

Dalam konteks perjalanan Jakarta menuju usia 500 tahun, sektor kuliner dapat menjadi salah satu kekuatan ekonomi kreatif yang terus dikembangkan. Hotel, restoran, kafe, toko kue dan usaha kuliner membutuhkan tenaga kerja dengan kemampuan yang terukur agar pertumbuhan industri berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Di titik inilah pelatihan commis pastry memiliki tujuan strategis. Program tersebut membuka kesempatan bagi calon tenaga kerja untuk memperoleh keterampilan, pengalaman praktik dan pengakuan kompetensi.

Manfaatnya tidak hanya dirasakan peserta. Industri mendapatkan calon pekerja yang lebih siap, sementara konsumen memperoleh produk kuliner yang dibuat dengan standar kebersihan, ketelitian dan kualitas yang lebih baik.

Bagi Jakarta, keberadaan tenaga pastry yang kompeten juga dapat memperkuat rantai industri kuliner dari hulu hingga hilir. Semakin banyak tenaga kerja terampil yang tersedia, semakin besar pula peluang industri F&B berkembang dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Pada akhirnya, perjalanan menuju Jakarta 500 tahun tidak hanya berbicara tentang bagaimana kota ini dibangun secara fisik. Ada pula pekerjaan menyiapkan manusia yang akan mengisi dan menggerakkan kota tersebut.

Commis pastry mungkin memulai karier dari sebuah meja kerja dan oven di dapur. Namun, dari keterampilan kecil yang dikerjakan dengan presisi, dapat tumbuh tenaga profesional yang ikut menentukan wajah industri kuliner Jakarta di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *