SWRO Pulau Kelapa Dua Diminta Tingkatkan Kapasitas, Warga Ingin Air Bersih Tak Lagi Terganggu

Sistem Penyediaan Air Minum Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) PAM JAYA di Pulau Kelapa Dua, Kelurahan Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribu. Foto: ANTARA

KabarJakarta.com – Ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda bagi warga Pulau Kelapa Dua, Kelurahan Pulau Kelapa, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Jakarta. Karena itu, kapasitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) PAM Jaya di wilayah tersebut diminta ditingkatkan agar mampu mengikuti kebutuhan masyarakat yang terus bertambah.

Lurah Pulau Kelapa, Muhammad Adriansyah, menjelaskan kapasitas produksi SWRO saat ini masih sekitar 0,25 liter per detik (LPS). Menurut dia, angka tersebut perlu ditingkatkan hingga 1 LPS agar pelayanan air bersih dapat berjalan lebih optimal.

“Kapasitas pengoperasian SWRO Pulau Kelapa Dua perlu ditingkatkan. Saat ini kapasitas produksi berada di angka sekitar 0,25 liter per detik (LPS) dan diharapkan bisa ditingkatkan menjadi 1 LPS,” kata Adriansyah di Jakarta, Jumat (21/8).

Peningkatan kapasitas dinilai penting bukan hanya untuk menambah jumlah air yang diproduksi, tetapi juga menjaga agar mesin tidak terus bekerja secara maksimal. Dengan kapasitas yang lebih besar, kebutuhan warga diharapkan dapat dipenuhi tanpa membebani peralatan yang digunakan dalam proses pengolahan air laut menjadi air bersih.

Permintaan tersebut muncul setelah layanan SWRO Pulau Kelapa Dua sempat mengalami gangguan teknis. Sistem penyediaan air bersih itu tidak dapat berproduksi secara normal akibat sejumlah kendala pada mesin.

Salah satu masalah terjadi pada sensor pembaca tekanan membran yang tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Kondisi tersebut membuat mesin high pressure mengalami siklus hidup dan mati. Gangguan lainnya berkaitan dengan pompa lumpur dan ketersediaan bahan kimia pengolahan yang sempat menyebabkan air hasil produksi berbau.

Setelah dilakukan penanganan, SWRO Pulau Kelapa Dua kembali beroperasi dan melayani warga sejak 14 Agustus 2026. Kembalinya fasilitas tersebut menjadi perhatian penting karena air bersih merupakan kebutuhan sehari-hari masyarakat di pulau.

“Operasional SWRO yang kembali normal menjadi kabar baik bagi warga karena pasokan air bersih dapat kembali terpenuhi,” ujar Adriansyah.

Koordinator SWRO PAM Jaya Pulau Kelapa Dua, Andi Ardiansyah, membenarkan bahwa fasilitas tersebut telah kembali berjalan. Pelayanan kepada masyarakat juga sudah dilakukan setelah perbaikan terhadap gangguan sebelumnya.

“Sudah berjalan dan sudah bisa melayani warga Pulau Kelapa Dua dari tanggal 14 Agustus,” ujar Andi.

Meski layanan telah kembali normal, Adriansyah berharap pemeliharaan dilakukan secara rutin. Pemeriksaan berkala dinilai penting untuk mendeteksi kerusakan sejak awal sehingga gangguan tidak kembali menghambat produksi air bersih.

“Kami berharap kerusakan yang serupa atau yang lebih parah tidak terjadi lagi. Terima kasih saya ucapkan,” katanya.

Harapan serupa disampaikan Nita, 42 tahun, warga Pulau Kelapa Dua. Bagi warga, yang paling penting bukan hanya SWRO kembali beroperasi, tetapi pasokan air bersih dapat tersedia secara konsisten dengan kualitas yang tetap terjaga.

“Kami berharap air bersih bisa terus tersedia, dan tidak terjadi lagi gangguan seperti sebelumnya,” kata Nita.

Peningkatan kapasitas dari 0,25 LPS menjadi 1 LPS pun diharapkan menjadi langkah untuk memperkuat layanan air bersih di Pulau Kelapa Dua. Bagi masyarakat kepulauan, keberadaan fasilitas pengolahan air laut tersebut memiliki peran penting dalam memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi setiap hari.

Exit mobile version