KabarJakarta.com — Di wilayah kepulauan seperti Pulau Untung Jawa, pekerjaan tidak selalu datang secara rutin. Sebagian warga mengandalkan pekerjaan serabutan atau penghasilan yang bergantung pada kesempatan. Kondisi itu membuat keterampilan praktis menjadi penting, terutama keterampilan yang bisa langsung digunakan untuk mencari penghasilan.
Peluang tersebut coba dibuka melalui pelatihan teknik dan servis pendingin ruangan atau air conditioner (AC) yang digelar Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Sudin Nakertransgi) Kepulauan Seribu.
Sebanyak 10 warga yang tidak memiliki pekerjaan tetap mengikuti pelatihan di Gedung Serbaguna Bumi Perkemahan, Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu Selatan. Kegiatan berlangsung selama lima hari, mulai 28 September hingga 2 Oktober 2026.
Bagi peserta, pelatihan itu bukan sekadar kegiatan untuk mengisi waktu. Ada harapan agar keterampilan yang diperoleh bisa menjadi bekal untuk mendapatkan pekerjaan atau bahkan membuka usaha sendiri.
Kepala Seksi Ketenagakerjaan Sudin Nakertransgi Kepulauan Seribu, Titis Sri Hartopo, menerangkan program tersebut sebagai bagian dari upaya pemerintah mengurangi pengangguran sekaligus memperluas kesempatan warga memperoleh penghasilan.
“Program ini merupakan langkah konkret dalam menekan angka pengangguran, sekaligus mendorong warga memiliki keterampilan yang bisa dikembangkan menjadi usaha mandiri,” kata Titis di Jakarta, Selasa (29/9).
Belajar dari dasar hingga praktik
Selama pelatihan, peserta tidak hanya diperkenalkan pada teori mengenai pendingin ruangan. Mereka juga mendapat kesempatan mempelajari berbagai pekerjaan teknis yang dibutuhkan seorang teknisi AC.
Materi dimulai dari pengenalan komponen dasar, teknik merangkai sistem, perawatan berkala, hingga pengelasan pipa pendingin. Peserta juga diperkenalkan dengan sistem refrigerasi yang digunakan pada mesin pendingin industri.
Materi diberikan oleh instruktur berpengalaman dan mengacu pada standar operasional prosedur (SOP). Dengan pola tersebut, peserta diharapkan tidak hanya mengetahui cara memperbaiki kerusakan, tetapi juga memahami prosedur kerja yang aman dan benar.
Bagi warga yang sebelumnya tidak memiliki keterampilan khusus di bidang pendingin, proses belajar tersebut menjadi pengalaman baru. Mereka mulai mengenal komponen yang sebelumnya mungkin hanya terlihat sebagai bagian dari sebuah mesin AC.
Titis membeberkan keterampilan tersebut dapat digunakan untuk memasuki dunia kerja maupun dikembangkan menjadi usaha mandiri. Setelah menyelesaikan pelatihan dan dinyatakan lulus, peserta juga memperoleh sertifikat kompetensi.
Selama kegiatan berlangsung, kebutuhan operasional peserta, termasuk konsumsi, disediakan panitia. Dengan demikian, peserta dapat lebih berkonsentrasi mengikuti materi dan praktik.
Peluang jasa di pulau
Lurah Pulau Untung Jawa, Muslim, melihat keterampilan servis AC memiliki peluang yang cukup besar di wilayah kepulauan. Kebutuhan terhadap jasa teknisi tetap ada, sementara akses terhadap tenaga servis dari luar pulau tidak selalu mudah.
Menurut Muslim, tingginya minat warga mengikuti pelatihan menunjukkan adanya kebutuhan terhadap keterampilan tersebut. Sosialisasi dan proses pendaftaran bahkan dibantu pengurus RT dan RW melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk grup WhatsApp.
Ia berharap peserta tidak berhenti setelah mendapatkan sertifikat. Keahlian yang diperoleh diharapkan dapat digunakan untuk membantu warga lain sekaligus menjadi awal munculnya usaha baru di sektor jasa teknik.
“Peserta yang sudah terlatih diharapkan bisa memenuhi kebutuhan jasa perbaikan AC warga setempat, serta menumbuhkan unit usaha baru di sektor jasa teknik,” terang Muslim.
Harapan itu mulai terlihat dari rencana salah satu peserta, Ahmad, 37 tahun. Sebelum mengikuti pelatihan, ia telah memiliki pengalaman memperbaiki mesin kapal. Pengalaman tersebut membuatnya lebih percaya diri saat mempelajari sistem pendingin.
Ahmad melihat pelatihan ini sebagai kesempatan untuk menambah kemampuan sekaligus membuka jalan menuju pekerjaan yang lebih mandiri.
“Setidaknya setelah saya lulus, saya bisa merawat dan memperbaiki AC sendiri di rumah. Ke depan, saya berencana buka layanan servis AC panggilan (home service) di pulau,” jelasnya.
Dengan keterampilan baru tersebut, warga yang sebelumnya tidak memiliki pekerjaan tetap kini memiliki pilihan lain. Bukan hanya mencari pekerjaan, tetapi juga menawarkan keahlian kepada lingkungan sekitar.
Pelatihan di Pulau Untung Jawa juga tidak berhenti pada satu angkatan. Sudin Nakertransgi Kepulauan Seribu menyiapkan angkatan berikutnya di Pulau Lancang pada akhir Oktober.
Langkah itu menunjukkan bahwa pelatihan keterampilan dapat menjadi jembatan antara persoalan pengangguran dan kebutuhan jasa di tingkat lokal.
Bagi warga kepulauan, kemampuan memperbaiki AC mungkin terlihat sederhana. Namun, dari keterampilan itu, ada peluang untuk membangun pekerjaan, memperoleh penghasilan, dan perlahan menciptakan usaha sendiri.
