KabarJakarta.com — Aktivitas penumpang Transjakarta di kawasan Palmerah dan Senayan mengalami perubahan pada Selasa (29/9) siang. PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menghentikan sementara operasional dua rute yang biasa melintas di kawasan tersebut, yakni rute 1F Palmerah-Bundaran Senayan dan 1B Stasiun Palmerah-Tosari.
Penghentian sementara itu dilakukan menyusul adanya aksi penyampaian pendapat di sekitar gedung MPR/DPR, Jakarta. Situasi di kawasan tersebut membuat perjalanan sejumlah layanan Transjakarta perlu disesuaikan demi menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani menjelaskan keputusan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi di lapangan.
“Ini demi menjaga kenyamanan dan keamanan para pelanggan,” kata Ayu dalam keterangan resmi, Selasa (29/9).
Bagi pengguna rute 1F dan 1B, penyesuaian ini berarti perjalanan untuk sementara tidak dapat dilakukan melalui pola rute seperti biasanya. Penumpang yang hendak menuju atau meninggalkan kawasan Palmerah, Senayan, hingga Tosari perlu memperhatikan informasi perjalanan terbaru sebelum berangkat.
Transjakarta juga melakukan penyesuaian terhadap rute 8N Kebayoran-Petamburan via Asia Afrika. Layanan tersebut untuk sementara hanya beroperasi sampai pemberhentian Taman Ria.
Dengan perubahan itu, perjalanan rute 8N menuju Petamburan tidak melayani pemberhentian DPR/MPR hingga Petamburan. Pengguna yang biasanya mengandalkan rute tersebut perlu mencari titik pemberhentian alternatif selama pengaturan berlangsung.
Sejumlah rute dialihkan ke Tol
Penyesuaian tidak hanya terjadi pada rute yang melewati Palmerah dan Senayan. Sejumlah layanan Transjakarta juga dialihkan melalui jalan tol untuk menghindari kawasan yang terdampak aksi.
Rute yang mengalami pengalihan antara lain T31 Pluit 2-Blok M, SH2 Blok M-Bandara Soekarno-Hatta, S61 Alam Sutera-Blok M, 9A PGC 1-Latumenten, 9 Pinang Ranti-Pluit, 3F Kalideres-Gelora Bung Karno, 1W Blok M-Ancol, serta 10H Bundaran Senayan-Tanjung Priok.
Pengalihan tersebut membuat beberapa halte untuk sementara tidak dapat dilayani. Rute 10H, 1W, 3F, dan S61 arah Pluit, misalnya, tidak berhenti di Halte Gerbang Pemuda dan Halte Petamburan karena perjalanan dialihkan melalui jalan tol.
Sementara itu, layanan SH2 arah Bandara Soekarno-Hatta tidak melayani pemberhentian DPR 1 dan Petamburan 1 selama pengalihan berlangsung.
Ayu mengingatkan penumpang agar memperhatikan informasi mengenai halte yang tidak dilayani. Sebab, perubahan rute tersebut dapat memengaruhi waktu perjalanan maupun titik naik dan turun penumpang.
“Harap perhatikan bahwa beberapa pemberhentian tidak akan terlayani selama pengalihan ini berlangsung,” ujarnya.
Menunggu situasi kembali kondusif
Transjakarta menyebut perubahan layanan tersebut bersifat dinamis. Artinya, pola perjalanan dapat kembali berubah mengikuti perkembangan kondisi di sekitar gedung MPR/DPR.
Perusahaan akan terus memantau situasi di lapangan dan menyiapkan penyesuaian tambahan apabila diperlukan. Langkah tersebut dilakukan agar layanan tetap dapat berjalan dengan mempertimbangkan kondisi keamanan di sekitar jalur yang dilalui.
Pengguna Transjakarta karena itu perlu mengecek informasi perjalanan sebelum menuju halte, khususnya mereka yang biasa menggunakan layanan di kawasan Palmerah, Senayan, Petamburan, dan sekitarnya.
Operasional rute yang dihentikan maupun dialihkan akan dikembalikan secara bertahap setelah kondisi di sekitar MPR/DPR dinyatakan kondusif oleh pihak berwenang.
“Operasional segera dikembalikan ke rute normal, setelah kondisi di sekitar MPR/DPR dinyatakan kondusif oleh pihak berwenang. Transjakarta menyatakan memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” kata Ayu.
Untuk sementara, perubahan perjalanan ini menjadi bagian dari upaya Transjakarta menjaga layanan tetap berjalan di tengah situasi yang berubah di kawasan pusat aktivitas politik Jakarta. Bagi penumpang, memahami perubahan rute sejak awal menjadi penting agar perjalanan tidak terhenti ketika mendapati halte atau jalur yang biasa digunakan sedang tidak beroperasi.
