KabarJakarta.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali mendapat pengakuan di tingkat internasional. Kali ini, Jakarta menerima APEX Green City Champion Award dari International Finance Corporation (IFC), anggota World Bank Group yang berfokus pada pengembangan sektor swasta dan pembiayaan pembangunan. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Jakarta dalam mendorong kebijakan serta investasi yang mendukung pembangunan rendah karbon.
Penghargaan itu diterima langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat menerima kunjungan Vice President, Strategy and Operation Support IFC World Bank Group, Elena Bourganskaia, di Balai Kota Jakarta, Selasa (4/8).
Pramono menjelaskan penghargaan tersebut bukan sekadar simbol keberhasilan, tetapi juga menjadi dorongan bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mempercepat langkah mewujudkan ibu kota sebagai kota global yang berkelanjutan.
“Penghargaan ini merupakan kehormatan sekaligus motivasi bagi Jakarta untuk terus mempercepat transformasi menuju kota global yang hijau, tangguh, inklusif, dan berkelanjutan,” ujar Pramono.
Menurutnya, pembangunan Jakarta ke depan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan fisik. Pemerintah daerah juga ingin memastikan bahwa setiap kebijakan pembangunan mampu menjaga kualitas lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pramono menilai penghargaan dari IFC menjadi bukti bahwa upaya Jakarta dalam mengembangkan kebijakan ramah lingkungan mulai mendapat perhatian dunia. Hal tersebut diharapkan semakin memperkuat kepercayaan berbagai pihak untuk berinvestasi pada proyek-proyek yang mendukung pembangunan berkelanjutan di Jakarta.
Selain menjadi bentuk apresiasi, penghargaan tersebut juga memperkuat hubungan kerja sama strategis antara Pemprov DKI Jakarta dengan IFC dan World Bank Group. Kemitraan tersebut mencakup berbagai bidang penting, mulai dari pengembangan pembiayaan hijau, pembangunan infrastruktur berkelanjutan, peningkatan investasi sektor swasta, hingga penyediaan berbagai solusi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Pramono mengungkapkan bahwa dukungan dari lembaga internasional memiliki peran penting dalam mempercepat transformasi Jakarta. Tantangan perubahan iklim dan kebutuhan pembangunan kota tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendanaan pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
Ia menegaskan pembangunan yang dilakukan harus memberikan manfaat yang nyata. Tidak hanya menghadirkan infrastruktur modern, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih sehat, kualitas udara yang lebih baik, serta kehidupan masyarakat yang semakin sejahtera.
Karena itu, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk terus memperluas kerja sama dengan berbagai mitra internasional maupun pelaku usaha. Salah satu fokus utama adalah mendorong mobilisasi investasi swasta dalam proyek-proyek yang mendukung target pengurangan emisi karbon dan pembangunan ramah lingkungan.
Selain itu, Jakarta juga membuka peluang pengembangan berbagai mekanisme pembiayaan iklim. Skema pembiayaan tersebut diharapkan mampu mendukung pelaksanaan berbagai program hijau secara berkelanjutan tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah.
Berbagai proyek yang dikembangkan nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, mulai dari peningkatan kualitas lingkungan, pengembangan transportasi yang lebih ramah lingkungan, hingga pembangunan infrastruktur yang lebih efisien dan tahan terhadap dampak perubahan iklim.
Lebih lanjut, Pramono berharap kemitraan yang telah terjalin bersama IFC dan World Bank Group tidak berhenti pada pemberian penghargaan semata. Ia ingin kerja sama tersebut terus berkembang melalui pelaksanaan proyek-proyek strategis yang mampu memberikan dampak nyata bagi warga Jakarta.
“Sebagai Gubernur Jakarta, saya berharap kemitraan ini terus berkembang melalui implementasi proyek-proyek strategis yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkap Pramono.
Melalui penghargaan APEX Green City Champion Award, Jakarta semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu kota yang serius menjalankan agenda pembangunan rendah karbon. Pengakuan internasional ini diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk terus mempercepat transformasi menuju kota global yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga hijau, tangguh, inklusif, dan berkelanjutan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
