KabarJakarta.com — Pemerintah Kota Jakarta Timur mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) meningkatkan kreativitas dan daya saing melalui kegiatan kurasi produk Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) Provinsi DKI Jakarta 2026.
Kegiatan tersebut mengusung tema “UP2K Naik Kelas, Kreatif, Inspiratif dan Berkelanjutan”. Kurasi menjadi salah satu langkah untuk membantu pelaku UP2K memperbaiki kualitas produk agar memiliki nilai ekonomi dan daya saing yang lebih tinggi.
Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Timur Fauzi menjelaskan, proses kurasi tidak hanya melihat produk dari sisi tampilan. Pelaku usaha juga didorong memahami kebutuhan konsumen dan menjaga kualitas barang yang dipasarkan.
“Pelaksanaan kurasi ini jadi bagian dalam upaya mendorong pelaku UP2K di Jakarta Timur, agar semakin kreatif dan inovatif,” kata Fauzi di Jakarta Timur, Kamis (10/9).
Menurut Fauzi, perhatian terhadap kualitas sangat penting, terutama bagi pelaku UP2K yang bergerak di bidang kuliner. Produk makanan yang dihasilkan harus memiliki rasa yang baik sekaligus memenuhi aspek kebersihan, kesehatan, dan gizi.
Ia menilai produk kuliner harus aman dikonsumsi oleh berbagai kelompok usia, mulai dari balita hingga lanjut usia. Karena itu, pelaku usaha perlu memastikan bahan, proses pengolahan, hingga hasil akhir produk memenuhi standar yang layak.
“Yang paling penting, adalah rasa dan fungsi dari setiap produk yang dibuat. Produk juga harus selalu bersih, sehat dan bergizi,” ujarnya.
Selain kualitas produk, kemasan juga menjadi perhatian dalam proses kurasi. Fauzi mengatakan kemasan yang menarik dapat meningkatkan minat konsumen. Di sisi lain, informasi yang tercantum pada kemasan harus jelas sehingga pembeli mengetahui produk yang mereka konsumsi.
Aspek legalitas juga tidak kalah penting. Pelaku UP2K diingatkan untuk memenuhi berbagai ketentuan yang berlaku, termasuk terkait kehalalan produk.
Menurut Fauzi, pemenuhan kualitas, kemasan, serta legalitas akan membantu meningkatkan kepercayaan konsumen. Hal tersebut sekaligus menjadi modal bagi produk UP2K untuk bersaing di pasar yang semakin luas.
Ia berharap kegiatan kurasi tidak berhenti pada penilaian produk. Para pelaku usaha diharapkan menggunakan hasil kurasi sebagai bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan.
“Jadi memang, penting untuk memperhatikan kualitas produk, baik dari sisi rasa maupun fungsi,” kata Fauzi.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Jakarta Timur Essie Feransie Munjirin menjelaskan kurasi tahun ini diikuti 30 pelaku usaha dari 10 kecamatan di Jakarta Timur.
Produk yang ditampilkan cukup beragam. Selain makanan dan minuman, peserta juga menghadirkan produk kerajinan atau craft yang menjadi bagian dari potensi ekonomi keluarga.
Essie mengungkapkan kegiatan tersebut akan membuka peluang bagi produk UP2K Jakarta Timur untuk berkembang lebih jauh. Peningkatan kualitas produk pada akhirnya diharapkan ikut memperkuat pendapatan keluarga.
“Melalui kurasi ini, produk-produk UP2K Jaktim semakin berdaya saing, dan mampu meningkatkan perekonomian keluarga,” kata Essie.
Proses kurasi dilakukan dengan menilai kualitas, kelayakan, dan daya saing produk. Penilaian tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi pelaku usaha untuk terus berinovasi.
Dengan perbaikan yang dilakukan secara konsisten, produk UP2K diharapkan tidak hanya mampu bertahan di pasar, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang semakin baik dan dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
