Berhenti Merokok Bukan Berarti Risiko Kanker Paru Langsung Hilang

Skrining tahunan menggunakan Low Dose CT Scan (LDCT) direkomendasikan bagi orang berusia 50–80 tahun yang memiliki riwayat merokok sedikitnya 20 pack-year (rokok yang dihisap). Foto: newsnetwork.mayoclinic.org

KabarJakarta.com – Berhenti merokok menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan paru-paru. Namun, bagi seseorang yang pernah memiliki kebiasaan merokok cukup lama, risiko gangguan paru tidak serta-merta hilang setelah rokok terakhir dipadamkan.

Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Columbia Asia Hospital Pulomas, Jakarta Timur, Dr. Hana Khairina Putri Faisal, menjelaskan mantan perokok masih perlu memperhatikan kondisi paru-parunya, termasuk mempertimbangkan skrining hingga 15 tahun setelah berhenti merokok.

Menurut Hana, pemeriksaan dengan Low Dose CT Scan (LDCT) dapat direkomendasikan bagi kelompok tertentu yang memiliki risiko tinggi terkena kanker paru.

“Skrining tahunan menggunakan Low Dose CT Scan direkomendasikan bagi orang berusia 50–80 tahun yang memiliki riwayat merokok. Sedikitnya 20 pack-year, masih merokok, atau berhenti merokok dalam 15 tahun terakhir,” kata Hana di Jakarta, Jumat (28/8).

Istilah pack-year digunakan untuk menggambarkan jumlah paparan rokok seseorang sepanjang hidupnya. Satu pack-year setara dengan kebiasaan mengisap satu bungkus rokok setiap hari selama satu tahun.

Artinya, seseorang yang mengisap satu bungkus rokok sehari selama 20 tahun memiliki riwayat 20 pack-year. Semakin besar paparan rokok, semakin penting pula penilaian risiko dilakukan bersama tenaga medis.

Hana menjelaskan, persoalan kanker paru bukan hanya terletak pada faktor risikonya. Penyakit ini juga kerap berkembang tanpa menimbulkan tanda yang mudah dikenali pada tahap awal.

Akibatnya, sebagian orang baru memeriksakan diri ketika keluhan sudah muncul dan penyakit berada pada stadium yang lebih lanjut. Pada kondisi tersebut, pilihan penanganan dapat menjadi lebih terbatas.

“Kanker paru di stadium awal sering kali tidak menunjukkan gejala. Melalui LDCT, kelainan dapat terdeteksi lebih dini, sehingga peluang keberhasilan pengobatan menjadi lebih besar,” ujar Hana.

LDCT merupakan pemeriksaan pencitraan yang menggunakan radiasi lebih rendah dibandingkan CT Scan konvensional. Meski dosis radiasinya lebih rendah, pemeriksaan ini tetap mampu menghasilkan gambaran paru secara detail, termasuk membantu menemukan nodul atau kelainan lain yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Namun, Hana mengingatkan bahwa pemeriksaan tersebut bukan berarti harus dilakukan oleh semua orang. Keputusan untuk menjalani LDCT perlu mempertimbangkan usia, riwayat merokok, kondisi kesehatan, serta kesiapan menjalani pemeriksaan lanjutan apabila ditemukan kelainan.

“Jangan menunggu gejala berat baru mulai memperhatikan kesehatan paru. Namun, pemeriksaan tidak perlu dilakukan tanpa penilaian medis,” jelas Hana.

Dia menambahkan, “Konsultasi membantu menentukan, apakah seseorang benar-benar memerlukan skrining dan pemeriksaan apa yang paling tepat,”

Perhatian terhadap kesehatan paru menjadi semakin penting karena kanker paru masih menjadi salah satu penyakit kanker paling mematikan di dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut kanker paru sebagai penyebab utama kematian akibat kanker secara global. Pada 2022, diperkirakan terdapat sekitar 2,5 juta kasus baru dan 1,8 juta kematian akibat kanker paru.

Merokok menjadi faktor risiko utama. Namun, ancaman tidak hanya datang dari rokok yang dihisap sendiri. Asap rokok orang lain, polusi udara, serta paparan zat berbahaya di lingkungan kerja juga dapat meningkatkan risiko.

Karena itu, menjaga paru-paru tidak berhenti pada keputusan meninggalkan rokok. Menghindari asap rokok, mengurangi paparan polusi dan bahan berbahaya, serta segera memeriksakan keluhan pernapasan yang menetap merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan.

Bagi mantan perokok, pesan tersebut menjadi pengingat sederhana: berhenti merokok adalah awal yang baik, tetapi menjaga kesehatan paru tetap membutuhkan perhatian dalam jangka panjang.

Exit mobile version