JCC, Ketika Layar Bioskop Dibawa Mendekat ke Warga Jakarta

Jakarta Culture Cinema (JCC), mengadakan kegiatan nonton bareng di Lapangan Sarana, RW 01 Kelurahan Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara, Sabtu (26/9). Foto: beritajakarta

KabarJakarta.com —  Lapangan Sarana, RW 01 Kelurahan Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara, berubah menjadi ruang hiburan bagi warga pada Sabtu (26/9). Bukan gedung bioskop dengan kursi berbaris dan pendingin ruangan, melainkan layar yang dibawa ke tengah lingkungan permukiman melalui Jakarta Culture Cinema (JCC).

Kegiatan nonton bareng ini digagas Dinas Kebudayaan DKI Jakarta sebagai bagian dari upaya mendekatkan film dan kebudayaan kepada masyarakat. Jakarta Utara menjadi lokasi keempat setelah kegiatan serupa sebelumnya digelar di Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat.

Di balik kegiatan yang terlihat sederhana itu, JCC membawa tujuan yang lebih besar. Program tersebut merupakan rangkaian Lomba Kampung Sinema “Jakarta Culture Cinema” yang digelar di 5 (lima( wilayah kota administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu.

Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Miftahulloh Tamary, menjelaskan JCC dirancang bukan sekadar sebagai hiburan bagi warga. Program ini juga menjadi ruang untuk mendorong masyarakat terlibat langsung dalam kegiatan seni dan budaya.

“Ini adalah kegiatan Pemprov DKI yang memang ditujukan untuk masyarakat. Tahun depan, Jakarta menuju lima abad,” kata Miftah di Jakarta, Sabtu (26/9).

Karena itu, pemerintah mendorong agar kegiatan kebudayaan tidak selalu datang dari atas. Masyarakat justru diharapkan menjadi bagian penting dalam menciptakan dan mengembangkan kegiatan seni di lingkungannya.

Bukan sekadar nonton film

Salah satu hal yang membedakan JCC adalah keterlibatan masyarakat dalam proses kreatif. Program ini menggandeng Kampung Cinema dan melibatkan pelaku UMKM setempat.

Lebih jauh, JCC diharapkan melahirkan sineas-sineas lokal. Film pendek yang dibuat oleh masyarakat kemudian menjadi bagian dari materi yang ditayangkan dalam bioskop keliling tersebut.

Dengan pola seperti itu, warga tidak hanya ditempatkan sebagai penonton. Mereka juga diberi kesempatan menjadi pembuat cerita tentang lingkungan dan kehidupan mereka sendiri.

Konsep ini menjadi penting ketika Jakarta tengah mempersiapkan diri sebagai kota global. Pembangunan kota tidak cukup hanya berbicara tentang jalan, transportasi, gedung, dan infrastruktur. Kebudayaan juga menjadi bagian dari identitas yang menentukan karakter sebuah kota.

JCC mencoba masuk melalui jalur yang dekat dengan masyarakat: film.

Melalui layar sederhana di ruang terbuka, cerita lokal dapat dipertemukan dengan warga. Anak-anak, orang tua, pelaku UMKM, komunitas, hingga calon pembuat film memiliki ruang untuk berkumpul dalam satu kegiatan.

Tantangan menjaga keberlanjutan

Namun, membawa bioskop ke kampung tentu bukan pekerjaan yang selesai dalam satu kali pemutaran. Tantangan terbesar JCC justru terletak pada keberlanjutan program dan keterlibatan masyarakat setelah acara berakhir.

Mendorong warga membuat film membutuhkan lebih dari sekadar penyediaan layar. Diperlukan pendampingan, kemampuan teknis, akses peralatan, serta ruang untuk memasarkan dan mempertemukan karya lokal dengan penonton.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah menjaga agar kegiatan tidak berhenti sebagai acara seremonial. Setelah berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain, perlu ada ekosistem yang membuat komunitas film kampung tetap bergerak.

Miftahulloh berharap JCC dapat terus dilaksanakan. Ia juga melihat kegiatan ini sebagai salah satu cara menghadirkan pilihan aktivitas bagi anak-anak agar tidak terus terpaku pada gadget.

“Pesan dan harapan kami, kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut. Mudah-mudahan tidak kali ini saja,” ujarnya.

Pada akhirnya, kekuatan JCC bukan hanya pada layar yang dipasang di lapangan. Nilai utamanya ada pada upaya membawa film lebih dekat kepada warga, membuka kesempatan bagi cerita-cerita lokal untuk muncul, sekaligus menjadikan kebudayaan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Jakarta.

Exit mobile version