Langsung ke konten
News

Besok JPU Hadirkan Saksi Memberatkan Dito Mahendra

Redaksi Diperbarui
Terdakwa kasus senjata api ilegal, Dito Mahendra (bermasker), menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (Foto: Net)
Terdakwa kasus senjata api ilegal, Dito Mahendra (bermasker), menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (Foto: Net)
KabarJakarta.com - Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan akan kembali menggelar sidang kasus kepemilikan senjata api (senpi) ilegal dengan terdakwa Dito Mahendra, Selasa, (27/2/2024) besok. “Agendanya mendengar keterangan saksi JPU,” kata Pejabat Humas PN Jaksel, Djuyamto, Senin (26/2/204). Pada sidang sebelumnya, Selasa, (20/2), JPU menghadirkan Ketua RT wilayah kediaman Dito Mahendra, Hendratno. Dalam keterangannya, Hendratno mengakui bahwa dirinya menyaksikan secara langsung penggeledahan rumah mantan kekasih Nindy Ayunda di Jalan Erlangga V, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, saat digeledah KPK, Senin (13/3/2023). Dia mengatakan, ada satu ruangan di rumah Dito tidak bisa dibuka karena memakai kode akses rahasia. “Ada satu kamar yang terkunci, enggak bisa dibuka. Hanya pemiliknya yang tahu kode akses untuk membukanya,” kata Hendratno di PN Jaksel, Senin (20/2). Ruangan itu terbuka setelah seseorang di rumah Dito membukakannya. Dan, ditemukannya 15 senpi, sembilan diantaranya ilegal. Hendratno menceritakan, tim penyidik KPK sempat terkejut begitu menyaksikan ada senjata api di ruangan tersebut. “Rawut wajah penyidik KPK terlihat surprise karena sebenarnya yang dicari bukan itu. Yang dicari terkait dengan kasus di Mahkamah Agung (MA), jadi melihat barang-barang itu kaget,” jelas Hendratno. Untuk diketahui, Dito Mahendra pernah diperiksa KPK terkait kasus suap dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat mantan Sekretaris MA Nurhadi. Kabag Pemberitaan KPK, Ai Fikri mengatakan, hingga saat ini status Dito dalam kasus TPPU Nurhadi masih sebagai saksi. KPK saat ini masih mengumpulkan sejumlah bukti untuk menuntaskan kasus tersebut. Dan, tidak menutup kemungkinan menetapkan Dito sebagai tersangka. “Sejauh ini yang bersangkutan (Dito Mahendra) masih berstatus sebagai saksi. Namun demikian, masih ada peluang untuk ditetapkan menjadi tersangka Bersama NHD (Nurhadi),” ujar Ali, Jumat (5/1/2024). Kasus-kasus Dito Mahendra Dito Mahendra bukan pertama kali berurusan dengan hukum terkait dengan senjata api. Pada Mei 2022 dia pernah dilaporkan oleh sekuriti kos-kosan ke Polsek Mampang dengan tuduhan melakukan penganiayaan dan pengancaman dengan senjata api. Kanit Reskrim Polsek Mampang saar itu, AKP Budi Laksono mengatakan peristiwanya terjadi sekitar Januari hingga Februari 2022. “Kejadiannya di kos-kosan Kemang, Jakarta Selatan, sekitar bulan Januari sampai Februari 2022,” kata AKP Budi, Senin (9/5/2022). Namun, pada akhirnya, kasus tersebut berakhir dengan perdamaian. Pihak sekuriti dan Dito Mahendra sepakat menyelesaikannya secara kekeluargaan. Selain itu, Dito Mahendra juga dimintai keterangannya sebagai saksi oleh penyidik Polres Metro Jakarta Selatan terkait kasus dugaan penyekapan terhadap Sulaeman, mantan sopir artis Nindy Ayunda. Melalui kuasa hukumnya, Fahmi Bachmid, Sulaeman mengaku dirinya mengalami pemukulan di daerah kepala dan ditodong senjata api oleh sekelompok orang. Tak hanya itu, dirinya juga diancam dengan senjata api. Hingga kini, kasus dugaan penyekapan terhadap Sulaeman tidak ada kejelasan status hukumnya di Polres Metro Jaksel. (*)

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua