Korban Kebakaran Gedung Bapenda DKI Dirawat di RSUD Tarakan

Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta memadamkan kobaran api yang membakar gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta, Jumat (7/8/2025). Foto: ANTARA

KabarJakarta.com – Satu orang menjadi korban yang berhasil diselamatkan dalam kebakaran gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat. Korban kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan.

Perwira Piket Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat, Karnawan, memastikan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut.

“Korban yang berhasil diselamatkan hanya 1 orang. Saat ini korban masih menjalani perawatan di RSUD Tarakan,” kata Karnawan kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (8/8).

Menurut dia, meski harus mendapatkan perawatan medis, kondisi korban dipastikan selamat. Hingga proses penanganan kebakaran berlangsung, tidak ada laporan mengenai korban lain yang meninggal dunia.

“Walaupun harus dirawat, korban selamat. Tidak ada korban yang meninggal dunia,” ujarnya.

Kebakaran melanda gedung Bapenda DKI Jakarta pada Jumat (7/8) malam. Api dilaporkan mulai muncul sekitar pukul 21.40 WIB dan kemudian melanda bagian gedung yang berada di lantai 11 hingga lantai 16.

Api diduga berasal dari lantai 11

Gulkarmat Jakarta Pusat menyebut titik awal kebakaran diduga berada di lantai 11 gedung Bapenda DKI. Lantai tersebut diketahui sedang dalam proses renovasi.

Karnawan menjelaskan informasi mengenai titik awal api diperoleh petugas ketika pertama kali menerima laporan kebakaran. Namun, dugaan tersebut belum dapat menjadi kesimpulan mengenai penyebab kebakaran.

“Informasi awal yang kami terima, titik api berada di lantai 11,” katanya.

Ia menambahkan, penyebab pasti kebakaran masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut. Penyelidikan akan dilakukan oleh Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) untuk mengetahui sumber dan penyebab munculnya api.

“Untuk kepastiannya, kami masih menunggu hasil penyelidikan dari Puslabfor,” ujar Karnawan.

Petugas lakukan pendinginan

Setelah api berhasil dikendalikan, petugas pemadam kebakaran masih melakukan proses pendinginan pada Sabtu pagi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi bara atau titik panas yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Karnawan menjelaskan, petugas harus melakukan pemeriksaan secara menyeluruh atau overhaul karena masih ditemukan sejumlah bagian gedung yang memiliki hawa panas.

“Pagi ini prosesnya masih pendinginan. Kami melakukan overhaul karena masih ada titik-titik hawa panas yang harus ditangani agar tidak terjadi kebakaran kembali,” katanya.

Sebanyak 24 unit mobil pemadam kebakaran masih berada di lokasi untuk melakukan proses pendinginan. Jumlah tersebut berkurang dibandingkan saat penanganan awal.

“Unit yang masih berada di lokasi kurang lebih 24. Pada awal penanganan ada sekitar 35 unit, sementara yang lainnya sudah kembali ke wilayah masing-masing,” ucapnya.

Petugas menargetkan proses pendinginan dapat dituntaskan sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, pemeriksaan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul.

Ratusan personel dikerahkan

Penanganan kebakaran gedung Bapenda DKI melibatkan ratusan personel dari sejumlah instansi. Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat mengerahkan sekitar 40 unit dan 200 personel untuk memadamkan api di gedung dengan luas area sekitar 30.417 meter persegi tersebut.

Pengamanan di sekitar lokasi juga diperkuat oleh aparat kepolisian. Polda Metro Jaya menyiagakan 125 personel untuk mengamankan kawasan sekitar gedung selama proses pemadaman dan penanganan berlangsung.

Selain kepolisian, Kodim 0501/Jakarta Pusat turut mengerahkan 50 personel. Mereka membantu pengamanan di sekitar lokasi kebakaran agar proses penanganan berjalan aman dan lancar.

Hingga Sabtu pagi, fokus petugas masih pada pendinginan dan pemeriksaan area gedung. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan Puslabfor.

Exit mobile version