KabarJakarta.com – Riuh perayaan kemerdekaan tidak selalu hadir lewat panggung hiburan atau perlombaan di darat. Di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, semangat itu akan dibawa ke atas air melalui lomba dayung yang digelar pada 29-30 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut diselenggarakan Pemerintah Kota Jakarta Pusat melalui Suku Dinas Pemuda dan Olahraga (Sudin Pora) sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Lomba dayung ini bukan sekadar perlombaan untuk memeriahkan suasana Agustusan. Pemerintah Kota Jakarta Pusat ingin menjadikannya sebagai ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, berolahraga, sekaligus menjaga tradisi olahraga yang telah berkembang di wilayah tersebut.
Kepala Sudin Pora Jakarta Pusat, Rusdiyanto, menjelaskan kegiatan tersebut dirancang dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan organisasi olahraga.
“Kami ingin melestarikan budaya yang sudah berlangsung di Jakarta Pusat, dan berhasil menggandeng induk organisasi olahraga (INORGA) di bawah naungan Dispora melalui kerja sama dengan KORMI DKI Jakarta,” kata Rusdiyanto dalam Rapat Koordinasi Wilayah di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Selasa (11/8).
Menurut Rusdiyanto, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut. Karena itu, peserta lomba tidak hanya berasal dari kalangan tertentu, tetapi dibagi dalam 3 (tiga) kelompok, yakni pelajar, masyarakat umum, serta perwakilan instansi atau unit kerja perangkat daerah (UKPD) di lingkungan Pemerintah Kota Jakarta Pusat.
Ada pula aturan mengenai komposisi peserta. Setiap kelompok diwajibkan melibatkan peserta putra dan putri. Ketentuan ini dibuat agar perlombaan berlangsung lebih inklusif dan tidak hanya didominasi peserta laki-laki.
Peserta nantinya akan menggunakan perahu karet berkapasitas enam orang. Pilihan perahu tersebut mengikuti pelaksanaan lomba pada tahun sebelumnya.
Karena perlombaan berlangsung di media air, aspek keselamatan menjadi perhatian utama panitia. Hari pertama, 29 Agustus, tidak langsung menjadi ajang puncak perlombaan. Peserta akan diberi kesempatan untuk mengenali dan menyesuaikan diri dengan lokasi.
“Ini untuk memberikan kesempatan kepada seluruh peserta menyesuaikan tempat lomba, karena medianya air dan aspek keselamatan harus diperhatikan,” ujar Rusdiyanto.
Untuk mendukung keamanan selama kegiatan, Sudin Pora Jakarta Pusat telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta. BPBD akan membantu menyiapkan perahu dan dayung yang diperlukan selama pelaksanaan lomba.
Sementara itu, pendaftaran peserta dibuka pada 14-25 Agustus 2026. Peserta dapat mendaftarkan diri secara langsung di kantor Sudin Pora Jakarta Pusat dengan membawa dokumen persyaratan yang telah ditentukan panitia.
Setelah pendaftaran ditutup, panitia melakukan proses keabsahan peserta pada 26 Agustus. Sehari berikutnya, 27 Agustus, peserta mengikuti technical meeting untuk mendapatkan penjelasan mengenai aturan dan teknis perlombaan.
Acara puncak lomba dijadwalkan berlangsung pada 30 Agustus. Panitia juga menyiapkan hadiah bagi para pemenang. Juara pertama memperoleh Rp4 juta, juara kedua Rp3,5 juta, sedangkan juara ketiga mendapatkan Rp3 juta.
Namun, bagi Rusdiyanto, hadiah bukan satu-satunya tujuan. Lebih dari itu, lomba dayung diharapkan menjadi ruang perjumpaan warga yang dapat memperkuat hubungan sosial sekaligus menjaga keberlanjutan olahraga di Jakarta Pusat.
“Ini momen yang mungkin nanti bisa dimanfaatkan untuk rangkaian peringatan hari kemerdekaan di Jakarta Pusat,” katanya.
Di tengah hiruk-pikuk kota, perlombaan tersebut menjadi cara sederhana untuk merayakan kemerdekaan: berkumpul, bergerak bersama, dan menjaga tradisi agar tetap hidup. Di atas perahu karet yang berisi 6 orang, semangat gotong royong pun kembali menemukan bentuknya.
