KabarJakarta.com — Perjalanan dari Kelapa Gading menuju Manggarai kini memasuki babak baru. LRT Jakarta mulai membuka kesempatan bagi masyarakat untuk merasakan langsung layanan rute Kelapa Gading (KPG)–Manggarai (MGI) melalui rangkaian uji coba operasional.
Pendaftaran perjalanan uji coba tersebut telah dibuka sejak 13 September 2026 pukul 17.00 WIB. Warga yang ingin ikut mencoba perjalanan ini dapat mendaftar melalui aplikasi LRTJ Apps, memindai QR Code pada pengumuman resmi, atau mengakses laman pendaftaran KPG–MGI.
Pendaftaran dapat dilakukan mulai H-1 hingga paling lambat dua jam sebelum jadwal keberangkatan.
Uji coba ini menjadi bagian dari persiapan sebelum LRT Jakarta beroperasi penuh di jalur baru tersebut. PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro melalui anak usahanya, LRT Jakarta, tidak hanya menguji perjalanan kereta, tetapi juga mengecek kesiapan berbagai unsur pendukung layanan.
Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin, menjelaskan uji coba tersebut menjadi tahap penting untuk memastikan layanan siap digunakan masyarakat secara lebih luas.
Menurut Iwan, masyarakat dan para pemangku kepentingan diberikan kesempatan untuk merasakan langsung perjalanan LRT rute Kelapa Gading–Manggarai. Dari pengalaman tersebut, operator dapat memperoleh masukan mengenai hal-hal yang masih perlu diperbaiki.
“Uji coba ini, tidak hanya memberikan pengalaman langsung bagi masyarakat, tetapi juga memastikan kesiapan layanan secara menyeluruh, baik dari sisi sumber daya manusia (people), proses pelayanan (process), hingga sarana dan fasilitas pendukung (facility),” ujar Iwan, Senin (14/9).
Kereta berjalan maksimal 40 Km/Jam
Selama masa uji coba, perjalanan LRT Jakarta dilakukan secara terbatas. Kereta melayani perjalanan dari Stasiun Kelapa Gading menuju Stasiun Manggarai, kemudian kembali lagi ke Kelapa Gading.
Kecepatan maksimum kereta ditetapkan 40 kilometer per jam, sedangkan kapasitas dalam setiap perjalanan maksimal 100 penumpang.
Pengaturan tersebut menjadi bagian dari proses pengujian yang dilakukan secara bertahap dan terukur. Operator juga melakukan evaluasi terhadap perjalanan, kapasitas layanan, waktu tunggu kereta, hingga kesiapan sistem dan personel.
Dengan cara itu, berbagai persoalan yang ditemukan selama uji coba dapat diperbaiki sebelum layanan memasuki tahap operasional penuh.
Jakpro juga masih menyempurnakan sejumlah fasilitas pendukung. Perbaikan dilakukan antara lain pada akses menuju stasiun, kebersihan area stasiun dan jalur bawah, serta sejumlah detail arsitektur.
Langkah tersebut ditujukan agar perjalanan LRT tidak hanya aman dan tepat guna, tetapi juga nyaman serta mudah diakses berbagai kelompok masyarakat.
Menembus 3 wilayah Jakarta
Rute Kelapa Gading–Manggarai memiliki panjang lintasan sekitar 12,2 kilometer dengan 11 stasiun. Jalurnya melewati Stasiun Kelapa Gading, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, Velodrome, Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, hingga Manggarai.
Waktu perjalanan diperkirakan sekitar 28 menit dari Kelapa Gading menuju Manggarai.
Perpanjangan layanan ini membuat fungsi LRT Jakarta menjadi lebih strategis. Jalurnya menghubungkan kawasan di Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan, sekaligus membuka pilihan perjalanan baru bagi warga yang selama ini bergantung pada kendaraan pribadi atau moda transportasi lain.
Bagi masyarakat, kehadiran jalur hingga Manggarai bukan sekadar penambahan stasiun. Ada harapan perjalanan lintas kawasan Jakarta menjadi lebih sederhana karena pilihan transportasi publik semakin terhubung.
Bagi operator, masa uji coba menjadi kesempatan untuk memastikan harapan tersebut benar-benar dapat diwujudkan.
Iwan mengatakan seluruh proses akan terus dievaluasi hingga layanan dinilai siap beroperasi secara optimal. Pemantauan terhadap sistem, sarana, fasilitas, dan personel dilakukan untuk memastikan LRT Jakarta nantinya mampu memberikan layanan yang aman, nyaman, andal, dan inklusif.
Dengan demikian, perjalanan uji coba KPG–MGI menjadi lebih dari sekadar kesempatan warga mencoba kereta baru. Tahap ini menjadi ruang untuk menguji kesiapan layanan sekaligus melihat sejauh mana konektivitas baru tersebut dapat menjawab kebutuhan mobilitas warga Jakarta.
