Penumpang Transportasi Umum Jakarta Naik pada Juli 2026

Foto udara jembatan layang (skybridge) penghubung Stasiun MRT Asean dan Halte Transjakarta CSW di Jakarta. Foto: ANTARA

KabarJakarta.com — Jumlah penumpang transportasi umum di Jakarta mengalami peningkatan pada Juli 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan terjadi pada tiga moda utama, yakni MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan Transjakarta.

Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat, jumlah penumpang MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan Transjakarta secara tahunan masing-masing tumbuh 6,13 persen, 3,06 persen, dan 7,19 persen.

Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto menjelaskan, peningkatan tersebut menunjukkan penggunaan transportasi umum di Ibu Kota masih terus tumbuh.

“Secara tahunan, penumpang MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan Transjakarta meningkat masing-masing mencapai 6,13 persen, 3,06 persen, dan 7,19 persen,” kata Kadarmanto di Jakarta, Selasa (1/9).

Berdasarkan catatan BPS, MRT Jakarta mengangkut 4,64 juta penumpang sepanjang Juli 2026. Sementara itu, LRT Jakarta melayani 125,12 ribu penumpang dan Transjakarta menjadi moda dengan jumlah pengguna terbesar, yakni mencapai 40,32 juta penumpang.

Jika dibandingkan dengan Juni 2026, pergerakan penumpang menunjukkan pola yang berbeda di setiap moda.

Jumlah penumpang MRT Jakarta pada Juli meningkat 6,77 persen secara bulanan. Transjakarta juga mencatat kenaikan yang cukup besar, yakni 7,27 persen. Sebaliknya, jumlah pengguna LRT Jakarta justru turun 6,81 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

“Secara bulanan jumlah penumpang MRT Jakarta meningkat 6,77 persen, sedangkan Transjakarta sebesar 7,27 persen. Sementara jumlah penumpang LRT Jakarta menurun 6,81 persen dibandingkan Juni 2026,” ujar Kadarmanto.

Kenaikan jumlah pengguna MRT Jakarta juga berjalan seiring dengan bertambahnya jumlah perjalanan. Pada Juli 2026, jumlah perjalanan MRT meningkat 4,28 persen dibandingkan Juni 2026.

Secara tahunan, jumlah perjalanan MRT Jakarta juga masih tumbuh meski tipis, yakni sebesar 0,02 persen. Angka tersebut menunjukkan operasional MRT relatif stabil dibandingkan Juli tahun sebelumnya.

Sementara itu, LRT Jakarta mencatat kenaikan jumlah perjalanan sebesar 3,38 persen secara bulanan. Kondisi ini menarik karena peningkatan perjalanan tersebut tidak diikuti oleh kenaikan jumlah penumpang. Pada periode yang sama, jumlah pengguna LRT justru turun 6,81 persen dibandingkan Juni.

Di sisi lain, Transjakarta tetap menjadi penyumbang terbesar dalam jumlah perjalanan masyarakat menggunakan transportasi umum di Jakarta. Sepanjang Juli, jumlah penumpangnya mencapai lebih dari 40 juta orang.

Namun, jumlah armada Transjakarta yang beroperasi mengalami perubahan. BPS mencatat jumlah armada yang beroperasi pada Juli 2026 meningkat 1,75 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Meski demikian, jika dibandingkan dengan Juli 2025, jumlah armada justru turun 5,75 persen atau berkurang sebanyak 287 unit.

Data tersebut menunjukkan penggunaan transportasi umum di Jakarta terus meningkat, meski perkembangan jumlah penumpang, perjalanan, dan armada tidak selalu bergerak dalam arah yang sama. Peningkatan pengguna menjadi sinyal bahwa kebutuhan terhadap layanan transportasi massal di Ibu Kota masih tinggi.

Bagi Jakarta, pertumbuhan jumlah penumpang menjadi salah satu indikator penting dalam melihat perubahan pola mobilitas warga. Semakin banyak masyarakat menggunakan transportasi umum, semakin besar pula kebutuhan terhadap layanan yang aman, nyaman, terjangkau, dan mampu memenuhi mobilitas warga sehari-hari.

Exit mobile version