KabarJakarta.com — Perumda Pasar Jaya memastikan revitalisasi Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, akan mulai dilakukan pada 2027. Saat ini, proses tersebut masih berada pada tahap perencanaan sebagai bagian dari pembenahan kawasan perdagangan yang telah berkembang selama puluhan tahun.
Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan menjelaskan pihaknya tengah menyiapkan rencana pengembangan Pasar Kramat Jati sebelum pekerjaan revitalisasi dimulai.
“Pengembangan Pasar Kramat Jati, saat ini kita sedang dalam tahap perencanaan. Tahun depan kita sudah mulai untuk revitalisasi Pasar Kramat Jati,” kata Agus saat ditemui di Kramat Jati, Selasa (1/9).
Revitalisasi Pasar Kramat Jati menjadi salah satu langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menata kawasan tersebut. Pembenahan tidak hanya menyangkut kondisi pasar, tetapi juga berkaitan dengan aktivitas perdagangan yang selama ini berlangsung di sekitar kawasan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo sebelumnya mengakui penataan kawasan Kramat Jati bukan pekerjaan mudah. Aktivitas perdagangan di kawasan itu sudah berlangsung selama lebih dari 50 tahun sehingga terdapat banyak pedagang dan kepentingan yang perlu diperhatikan.
Dalam proses penataan tersebut, Pemprov DKI Jakarta mencatat ada sekitar 614 hingga 640 pedagang yang harus ditata. Pemerintah kemudian menyiapkan sejumlah lokasi untuk menampung pedagang agar mereka tetap dapat menjalankan kegiatan usahanya.
Menurut Pramono, penataan kawasan dilakukan dengan dua tujuan utama. Pemerintah ingin mengembalikan fungsi jalan dan ruang publik yang selama ini terdampak aktivitas perdagangan, namun pada saat yang sama tidak ingin menghilangkan sumber penghasilan para pedagang.
“Selain memberikan ruang bagi para pedagang untuk mencari nafkah, sekaligus mengembalikan fungsi jalan dan ruang publik,” ujar Pramono.
Persoalan muncul karena kapasitas lokasi yang telah disiapkan belum sepenuhnya mampu menampung seluruh pedagang yang terdampak penataan. Kondisi tersebut membuat pemerintah masih harus mencari tempat tambahan yang dapat digunakan sebagai lokasi berdagang.
Pramono mengatakan Pemprov DKI telah menyiapkan alternatif lokasi yang letaknya tidak jauh dari Pasar Kramat Jati. Lokasi tersebut diharapkan dapat menjadi solusi bagi pedagang yang belum mendapatkan tempat.
“Memang ada alternatif tempat yang saya sampaikan kepada Pak Muhtarom (Koordinator pedagang) untuk digunakan. Mudah-mudahan itu bisa dipersiapkan dalam waktu singkat,” jelas Pramono.
Penataan pedagang dan revitalisasi pasar diharapkan dapat berjalan secara beriringan. Dengan begitu, pembenahan kawasan Kramat Jati tidak hanya menghasilkan lingkungan perdagangan yang lebih tertata, tetapi juga tetap memperhatikan keberlangsungan usaha masyarakat.
Revitalisasi yang direncanakan mulai 2027 nantinya menjadi bagian penting dari upaya memperbaiki kawasan Pasar Kramat Jati. Pemerintah perlu memastikan proses tersebut dilakukan secara bertahap dan melibatkan pedagang agar perubahan yang dilakukan tidak menimbulkan persoalan baru.
Bagi para pedagang, kepastian tempat usaha menjadi hal penting selama proses penataan berlangsung. Sementara bagi pemerintah, keberhasilan revitalisasi akan sangat bergantung pada kemampuan menyeimbangkan kebutuhan penataan ruang dengan aktivitas ekonomi yang telah menjadi bagian dari kawasan Kramat Jati selama lebih dari setengah abad.
