KabarJakarta.com – Suasana di Hunian Sementara (Huntara) Senen, Jakarta Pusat, mulai diisi berbagai aktivitas warga. Setelah mendapatkan tempat tinggal yang lebih aman, warga kini berharap lingkungan huntara juga dilengkapi fasilitas yang dapat menunjang kegiatan sehari-hari, terutama bagi anak-anak dan remaja.
Salah satu kebutuhan yang disampaikan warga adalah sarana olahraga. Penanggung jawab Huntara Senen, Syahrul, menjelaskan warga cukup kesulitan berolahraga karena fasilitas yang tersedia berada cukup jauh dari tempat tinggal mereka.
Permintaan itu disampaikan Syahrul saat peresmian Taman Belajar dan Bermain “Garuda Huntara” di Jakarta, Sabtu (8/8). Ia berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat membantu menyediakan sejumlah perlengkapan olahraga sederhana yang bisa digunakan bersama.
“Izin, Bu, di sini kami membutuhkan alat-alat olahraga seperti gawang futsal dan tenis meja. Karena anak remaja dan bapak-bapak di sini kalau mau olahraga, main futsal itu jauh,” kata Syahrul.
Menurut dia, keberadaan fasilitas olahraga di lingkungan huntara bukan hanya untuk mengisi waktu luang. Sarana tersebut juga diharapkan dapat menjadi ruang berkumpul yang positif bagi warga.
Kebutuhan itu semakin terasa menjelang peringatan Hari Kemerdekaan. Warga berencana memanfaatkan fasilitas olahraga untuk menggelar berbagai perlombaan dalam rangka 17 Agustus.
“Alat olahraga itu kami mau jadikan untuk bikin acara lomba 17 Agustus,” terangnya.
Bagi warga, kegiatan seperti perlombaan menjadi kesempatan dalam mempererat hubungan antarwarga sekaligus menciptakan suasana lingkungan yang lebih hidup. Anak-anak dan remaja juga memiliki kegiatan bersama yang dapat dilakukan tanpa harus pergi jauh dari tempat tinggal.
Selain fasilitas olahraga, ada kebutuhan lain yang dinilai tidak kalah penting, yakni pengendalian nyamuk. Syahrul menyebut warga kerap terganggu oleh banyaknya nyamuk, terutama pada malam hari.
“Dan satu lagi, Bu, di sini kalau malam nyamuknya lebih ganas dari nyamuk rel. Kalau boleh kami minta di-fogging, Bu, biar gak banyak nyamuk,” ucapnya.
Permintaan fogging tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya membuat lingkungan huntara lebih nyaman. Bagi warga yang tinggal di hunian sementara, kenyamanan lingkungan menjadi hal penting setelah sebelumnya menghadapi kondisi tempat tinggal yang jauh lebih sulit.
Syahrul membeberkan kehidupan warga kini lebih aman ketimbang ketika mereka masih bermukim di sekitar bantaran rel. Ia pun mengungkapkan rasa syukurnya karena kini warga memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan aman.
“Berkat kebaikan Pak Presiden Prabowo, kami yang dahulu tidur di samping rel, kini sudah lebih dari aman tinggal di huntara,” ujarnya.
Aktivitas warga di Huntara Senen juga tidak berhenti pada kebutuhan tempat tinggal. Sepanjang Agustus, sejumlah kegiatan telah disiapkan bersama Komite Nasional Pencegahan Stunting (KNPS) Indonesia.
Selain perlombaan untuk memperingati 17 Agustus, warga juga akan menggelar bakti sosial dan panggung gembira pada 23 Agustus.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa huntara bukan sekadar tempat untuk tinggal sementara. Di tengah keterbatasan fasilitas, warga berupaya membangun ruang bersama yang dapat digunakan untuk belajar, bermain, berolahraga, sekaligus memperkuat hubungan sosial.
Karena itu, permintaan gawang futsal, meja tenis, dan fogging menjadi kebutuhan yang dirasakan langsung warga. Bantuan sederhana tersebut diharapkan dapat membuat kehidupan di Huntara Senen semakin nyaman sekaligus mendukung aktivitas warga sehari-hari.






