KabarJakarta.com — Pemerintah Kota Jakarta Pusat melalui Suku Dinas Pemuda dan Olahraga (Sudin Pora) memperbaiki 16 kegiatan sarana dan prasarana lapangan olahraga sepanjang 2026. Perbaikan dilakukan untuk meningkatkan kualitas fasilitas sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat yang membutuhkan ruang olahraga di lingkungan mereka.
Kepala Sudin Pora Jakarta Pusat, Rusdiyanto, menjelaskan sebagian besar pekerjaan tersebut berasal dari usulan warga. Dari 16 kegiatan, tujuh di antaranya merupakan aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Selain itu, terdapat 1 (satu) kegiatan yang masuk dalam prioritas Wali Kota Jakarta Pusat dan lima kegiatan menjadi prioritas Sudin Pora. Perbaikan tersebut diarahkan agar fasilitas olahraga dapat digunakan secara optimal oleh masyarakat.
“Selain untuk menjawab aspirasi masyarakat, perbaikan ini untuk mendukung program prioritas pemerintah kota, termasuk penyediaan sarana olahraga yang bisa dimanfaatkan masyarakat,” kata Rusdiyanto dalam Rapat Koordinasi Wilayah di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Selasa (11/8).
Menurut Rusdiyanto, sejumlah fasilitas olahraga yang berada di bawah pengelolaan Sudin Pora merupakan aset Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Karena itu, fasilitas tersebut pada prinsipnya dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga maupun menggelar kegiatan lainnya.
Selain 13 kegiatan perbaikan lapangan, Sudin Pora mengerjakan 3 (tiga) kegiatan untuk memperbaiki fasilitas penunjang lapangan olahraga terbuka. Beberapa lokasi yang menjadi sasaran pekerjaan antara lain lapangan sepak bola Karet Tengsin, Tanjung Selor, dan lapangan Borobudur.
Rusdiyanto mengungkapkan tingginya kebutuhan terhadap fasilitas olahraga terlihat dari banyaknya proposal kegiatan yang diajukan masyarakat. Lapangan yang tersedia juga cukup sering digunakan untuk berbagai aktivitas warga.
Sejumlah lapangan yang telah selesai diperbaiki kini dipersiapkan untuk segera diserahterimakan kepada masyarakat. Fasilitas tersebut nantinya dapat digunakan untuk kegiatan olahraga, aktivitas warga, hingga rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Fasilitas yang berada di bawah naungan Sudin Pora, semuanya bebas digunakan masyarakat, sehingga peminatnya cukup banyak,” paparnya.
Tidak hanya memperbaiki kondisi lapangan, Sudin Pora juga melakukan pengamanan terhadap aset pemerintah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemasangan pagar di sejumlah fasilitas olahraga. Kegiatan pengamanan aset tersebut menghabiskan anggaran sekitar Rp1,4 miliar.
Perbaikan juga mencakup lapangan olahraga multifungsi yang dapat digunakan untuk beberapa cabang olahraga, seperti basket dan bulu tangkis. Kehadiran lapangan semacam ini dinilai penting karena satu fasilitas dapat menampung beragam aktivitas masyarakat.
Saat ini, terdapat lebih dari 70 lapangan multifungsi yang tersebar di wilayah Jakarta Pusat. Fasilitas tersebut berada di lingkungan RW, RT, serta sejumlah lokasi olahraga lainnya.
Jumlah lapangan multifungsi tersebut ditargetkan terus bertambah setiap tahun. Namun, pembangunan fasilitas baru tetap bergantung pada ketersediaan lahan aset pemerintah yang memenuhi syarat dan dapat dimanfaatkan untuk sarana olahraga.
“Setiap tahun akan kita lakukan penambahan, asalkan ada lahan aset yang memang bisa dibangun ataupun dimaksimalkan,” pungkasnya.






