Warga Tamansari Pasang CCTV Swadaya, Targetkan 16 Titik untuk Cegah Curanmor dan Tawuran

Ketua RW 07 Tamansari, Jakarta Barat, Ruslan Abdulgani, memonitor rekaman CCTV di sejumlah titik yang dipasang secara swadaya oleh warga sebagai langkah antisipasi aksi kriminal, Selasa (11/8/2026). Foto: ANTARA

KabarJakarta.com – Warga RW 07, Kelurahan Tamansari, Jakarta Barat, berinisiatif memasang kamera pengawas atau CCTV secara swadaya di sejumlah titik lingkungan. Pemasangan kamera tersebut dilakukan untuk meningkatkan keamanan sekaligus mengantisipasi tindak kriminal, terutama pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan tawuran.

Ketua RW 07 Tamansari, Ruslan Abdulgani, menjelaskan pemasangan CCTV dilakukan karena warga membutuhkan sistem pengawasan yang dapat dipantau secara bersama-sama. Keberadaan kamera pengawas diperlukan untuk membantu warga mengetahui kondisi di sejumlah lokasi yang dianggap rawan.

“Pertama, kita ingin kontrol keamanan wilayah dari curanmor, terus pencurian-pencurian yang ada dari orang luar wilayah. Terus juga kita bisa memantau pemuda-pemuda yang ada di RW 07,” ujar Ruslan di Kantor RW 07 Tamansari, Selasa (11/8).

Program tersebut telah berjalan sekitar 1 (satu) bulan. Pengadaan perangkat CCTV sepenuhnya berasal dari swadaya masyarakat. Dana dikumpulkan melalui kas RW dan dukungan dari masing-masing RT yang berada di wilayah RW 07.

Ruslan menjelaskan, setiap RT memberikan kontribusi sesuai kemampuan, sementara kebutuhan yang belum terpenuhi ditanggung melalui kas RW. Dengan cara tersebut, pemasangan CCTV dapat dilakukan secara bertahap tanpa bergantung pada bantuan dari pihak luar.

“Pengadaannya dari uang kas RW, terus kita juga ada minta bantuan dengan para RT. Jadi satu RT kita tarik berapa, nanti sisanya ditutup dari uang kas RW. Murni swadaya dari RT dan RW,” terang Ruslan.

Hingga saat ini, sebanyak 8 (delapan) unit CCTV telah aktif dan ditempatkan di sejumlah titik yang dinilai penting untuk pengawasan. Warga berencana menambah perangkat tersebut secara bertahap hingga mencapai sekitar 16 titik pada akhir tahun.

“Untuk saat ini 8, mungkin di minggu besok itu ada sembilan. Dan akhir tahun sudah terpasang semuanya sebanyak 16-an,” tutur Ruslan.

Pengawasan CCTV dilakukan secara terpusat dari pos RW. Warga secara bergantian memantau kondisi lingkungan melalui kamera yang terpasang di berbagai lokasi. Apabila terlihat aktivitas mencurigakan, warga dapat segera mendatangi lokasi untuk memastikan situasi.

Menurut Ruslan, sistem tersebut memberikan dampak positif terhadap keamanan lingkungan. Dalam satu bulan terakhir, warga merasa kondisi RW 07 menjadi lebih aman dan kondusif karena aktivitas di sejumlah titik dapat dipantau secara langsung.

“Menurut saya sangat efektif, karena kita semua terpantau di sini. Jadi, keamanan semua terpantau di 1 titik,” ujarnya.

Ruslan mengungkapkan, pemasangan CCTV juga diharapkan sebagai langkah pencegahan, bukan sekadar alat untuk merekam kejadian setelah tindak kriminal terjadi. Dengan pengawasan yang lebih baik, warga bisa segera merespons apabila muncul potensi gangguan keamanan.

“Semenjak dipasangnya CCTV ini tidak ada indikasi untuk curanmor ataupun tawuran-tawuran. Tidak ada,” kata Ruslan.

Ke depan, warga RW 07 Tamansari akan melanjutkan pemasangan CCTV hingga seluruh titik yang dianggap rawan dapat terpantau. Inisiatif tersebut sekaligus menunjukkan bahwa partisipasi warga dapat menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *